Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim!

Anggota BPK Bobby Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim

Waktu: 2026-07-29 17:13:44 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 843x

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan V, Bobby Adhityo Rizaldi , memenuhi panggilan KPK. Bobby akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

Pantauan detikcom di lokasi, Kamis , Bobby Rizaldi tiba di gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, pukul 09.55 WIB. Bobby mengenakan baju batik bernuansa biru.

Bobby tak banyak memberikan komentar terkait pemeriksaannya. Dia langsung memasuki gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan.

"Kita hadir hari ini," ujar Bobby Rizaldi singkat.

Sementara itu, juru bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan keterangan Bobby diperlukan untuk menerangkan konstruksi perkara tersebut secara utuh. Dia mengatakan keterangan para saksi akan membantu penyidik membuat perkara ini menjadi terang benderang.

"Pemeriksaan tersebut dalam lanjutan penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait audit laporan keuangan oleh BPK di Kabupaten Muara Enim Sumsel. Di mana dari dugaan pengubahan temuan audit tersebut, menjadikan status opini untuk Pemkab Muara Enim juga berubah dari WDP menjadi WTP," kata Budi Prasetyo.

"Oleh karena itu, Penyidik memerlukan keterangan para saksi untuk menerangkan konstruksi perkara sehingga menjadi utuh, termasuk untuk memperkuat alat bukti terhadap pihak-pihak yang sudah ditetapkan sebagai tersangka," tambahnya.

Sebelumnya KPK menggeledah rumah anggota V Badan Pemeriksa Keuangan , Bobby Adhityo Rizaldi . Penyidik mengamankan sejumlah barang bukti dari penggeledahan tersebut.

"Benar, hari ini penyidik melakukan penggeledahan di rumah Saudara BB, yang berlokasi di wilayah Jakarta. Dalam penggeledahan ini, penyidik mengamankan beberapa barang bukti elektronik," kata juru bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Selasa .

Budi mengatakan bukti elektronik yang disita akan diekstrak untuk kebutuhan pendalaman informasi. Dia mengatakan penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati Muara Enim nonaktif, Edison.

"Pada prinsipnya, kegiatan penggeledahan tersebut adalah untuk melengkapi bukti-bukti tambahan yang dibutuhkan dalam proses penyidikan perkara terkait dugaan suap dalam audit BPK di Pemkab Muara Enim," ujarnya.

Diketahui, Edison ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Senin . KPK kemudian menetapkan Edison sebagai tersangka pada Selasa .

Selain Edison, KPK menetapkan tiga orang lain sebagai tersangka usai OTT itu. Berikut identitas para tersangka:1. Bupati Muara Enim, Edison2. Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2026, Abi Nurwardani.3. Keponakan Bupati, Adi Triyadi4. Marketing PT Millenium Solusi Abadi, Cory Erin Hardi.

KPK menduga Edison menerima suap Rp 500 juta dari Cory. Suap diduga diterima lewat Abi Nurwardani.

Suap diduga merupakan duit menjaga 'hubungan baik' karena PT MSA selaku supplier smart board telah mendapat proyek pengadaan dari Pemkab Muara Enim tahun 2025. Selain itu, Abi menerima setoran duit dari rekanan dinas lainnya di Muara Enim. KPK menyita duit sekitar Rp 1,9 miliar dalam perkara ini.

Pada Rabu , KPK melakukan OTT terhadap lima orang ASN BPK. KPK menyebutkan OTT ini masih terkait dugaan suap di Pemkab Muara Enim. KPK menduga Bupati Muara Enim memberi suap ke pihak BPK terkait temuan dalam pengadaan smart board.

KPK kemudian menetapkan lima orang tersangka kasus dugaan suap dari pihak Edison ke pihak BPK. KPK mengungkap pihak BPK meminta Rp 1,6 miliar untuk mengubah hasil audit.

Berikut lima tersangka dalam kasus kedua Edison:1. Angga selaku pihak swasta2. Titin Rita Lestari selaku ASN atau Pengendali Teknis.3. Edison selaku Bupati Muara Enim4. Cory Erin Hardi selaku marketing PT Millenium Solusi Abadi5. Fika selaku pihak Direktur PT Millenium Solusi Abadi

Lihat juga Video: KPK Join Investigation dengan Kortas Tipikor Polri di Kasus Muara Enim

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Satpol PP Jaksel Bubarkan Konten Kreator 'Jual' Miras di Taman Mataram
  • Kasus WNI Kabur saat Tur di Korsel Bukan yang Pertama, Pernah Terjadi di AS dan Jepang
  • Kecelakaan Motor vs Truk di Lombok Tengah, Tiga Anak di Bawah Umur Meninggal
  • Kritik Pedas Legenda Liverpool: Declan Rice Lebih Cocok Jadi Bek Tengah
  • Perlukah Sanksi untuk Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30 Persen Keterwakilan Perempuan?
  • Mengapa BBM Lebih Sering Langka di Luar Jawa? Ini Analisis Pengamat
  • Sahara Barat: The Odyssey Christopher Nolan dan Bayang-Bayang Sejarah yang Belum Tuntas
  • Ruben Onsu Disebut Sampai Utang ke Bank Rp 10 Miliar demi Turuti Keinginan Sarwendah Renovasi Rumah
Konten Rekomendasi
  • Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
  • Persela Mulai Hilirisasi Lini Bisnis Usai Lolos Uji Kelayakan Stadion
  • Lawan Narkoba lewat Kearifan Lokal, Sekda Tulang Bawang Ferli Yuledi Raih Gelar Doktor di Unila
  • Sejumlah Lajur Tol Jakarta-Tangerang Ditutup hingga 27 Juli
  • PWI Pusat Sesalkan Ucapan Hotman 'Lu Punya Otak Nggak?', Desak Minta Maaf
  • Lahan Transmigrasi Raib Dicaplok Sawit, Kementrans Akan Usut Tuntas