Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia!

Tarik Turis Asing, Wisata Wellness Jadi Prioritas Pariwisata Indonesia

Waktu: 2026-07-29 17:12:12 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 389x

Kekayaan tersebut dinilai menjadi daya tarik yang sulit ditemukan di banyak negara lain.

Selain itu, destinasi alam seperti pegunungan, pantai, hutan tropis, dan kawasan pedesaan dinilai sangat mendukung pengembangan wisata yang berfokus pada kesehatan dan relaksasi.

Bali, Yogyakarta, dan Solo jadi andalan

Saat ini, pemerintah telah menetapkan beberapa daerah sebagai destinasi unggulan wisata wellness, yakni Bali, Yogyakarta, dan Solo.

Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Laku Sembah Catur di Pracima Mangkunegaran (17/6/2026).

Ketiga daerah tersebut telah memiliki fasilitas pendukung serta kekayaan budaya yang erat kaitannya dengan kesehatan dan kebugaran.

Ke depan, pemerintah juga berencana memperluas pengembangan wisata wellness ke berbagai daerah lain dengan tetap mengedepankan kearifan lokal masing-masing.

Baca juga: Baca juga:

Nilai ekonomi wellness terus tumbuh

Prospek wisata wellness dinilai sangat menjanjikan. Berdasarkan data Global Wellness Institute (GWI), nilai ekonomi wellness Indonesia mencapai sekitar 49 miliar dollar AS, atau setara dengan sekitar Rp 798,7 triliun. Angka tersebut menempatkan Indonesia di jajaran 20 besar ekonomi wellness dunia.

Sementara itu, nilai ekonomi wellness global telah mencapai sekitar 6,3 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 102.690 triliun.

Nilai tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 9 triliun dollar AS, atau sekitar Rp 146.700 triliun, pada 2028. Besarnya pasar ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat daya saing sektor pariwisata berbasis kesehatan sekaligus meningkatkan devisa negara.

Pengembangan wisata wellness merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong pariwisata yang lebih berkelanjutan.

Baca juga: Baca juga:

Berbeda dengan wisata massal, wisatawan wellness umumnya memiliki pengeluaran lebih tinggi dan tinggal lebih lama sehingga memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.

Pemerintah juga terus mendorong kolaborasi dengan pelaku industri, komunitas, serta pemerintah daerah agar layanan wellness Indonesia memenuhi standar internasional tanpa meninggalkan identitas budaya lokal.

(Editor: Otomotif)

Konten Terkait
  • Kapasitas Menyusut 5,3 Juta Meter Kubik, Waduk Gondang Dikeruk demi Irigasi 10.588 Hektare Sawah
  • Pengiriman CPO dengan Kereta Api Naik 17,83 Persen pada Semester I
  • Arema FC Lengkapi Kuota Pemain Asing dari Brasil dalam Sehari
  • Promo PLN Tambah Daya 50 persen, Begini Caranya via Aplikasi PLN Mobile
  • Cerita Warga Terbantu oleh Yanduan Propam Polri: 2 Hari Masalah Selesai
  • DPR: Investor PFII Bakal Ditawari Pajak 0 Persen hingga 50 Tahun
  • Blue Bird Gandeng Innova Zenix Hybrid, Angkat Bicara Soal Kritik
  • China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Konten Rekomendasi
  • Polda Riau Siapkan Pengamanan Riau Bhayangkara Run, Tekankan Green Policing
  • APINDO: Jaringan Digital Terbuka Bisa Pangkas Biaya UMKM
  • Dari Rocafonda ke Final Piala Dunia 2026, Nama Lamine Yamal Simpan Kisah Haru
  • 6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia
  • Viral Dosen UPI Diduga Tipu Wanita Rp 100 Juta, Kampus Bilang Begini
  • Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini