Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah!

Khofifah Telat Hampir 2 Jam ke Pasar Murah, Warga Pamekasan Sabar Menunggu demi Sembako Murah

Waktu: 2026-07-29 17:10:49 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 180x

Warga Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, antusias datang ke Pasar Murah, Minggu (19/7/2026).

Ratusan warga memadati halaman Kantor Kecamatan Larangan sejak pukul 13.00 WIB. Mereka memegang nomor antrean untuk membeli sembako murah di lokasi.

Meski menunggu hampir dua jam lantaran Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa terlambat tiba di lokasi, warga tidak beranjak dari antreannya.

Sebelumnya, Khofifah dijadwalkan tiba di pasar murah pada pukul 13.00 WIB. Mamun, mantan Menteri Sosial (Mensos) tersebut tiba di lokasi pada pukul 14.40 WIB.

"Saya berangkat ke sini sebelum pukul 13.00 WIB. Karena infonya pasar murah dibuka pada jam itu," kata Siti Mailah, salah seorang warga setempat, Minggu.

Dia mengatakan, tetap sabar menunggu demi membeli sembako murah, seperti beras dan telur.

Menurut Siti, dia bisa mendapatkan beras dengan harga lebih murah di pasar. Termasuk telur yang saat ini lagi naik harganya.

"Beras itu Rp 55.000 di sini satu sak. Per kilonya hanya Rp 11.000. Soal kualitasnya masih mau lihat nanti di rumah," ujar Mailah.

Warga lainnya, Eni Jaifita Unia, mengaku bersyukur meski harus menunggu lama. Masyarakat bisa beli beras dan sembako lainnya dengan harga murah

"Harganya lebih murah dibanding pasar. Meski menunggu agak lama enggak apa-apa," katanya.

Pada pasar murah, daging ayam dibandrol Rp 32.000 per kilogram, MinyaKita dijual Rp 13.000, gula Rp 14.000 per kilogram. Harganya lebih murah dari harga sembako terbaru.

Selain itu, Khofifah memberikan produk UMKM kepada masyarakat secara gratis. Mulai dari minuman, camilan, dan makanan.

Khofifah menyampaikan, pasar murah di Pamekasan merupakan kegiatan ke-84 pada tahun 2026.

"Harga sembako di sini kita jual lebih murah. Seperti MinyaKita, di pasar sekitar Rp 16.000, di sini kita jual hanya Rp 13.000," ungkapnya.

Menurut dia, pasar murah dilakukan untuk memperluas penjangkauan kepada masyarakat. Sehingga terjadi stabilisasi harga sembako di Jawa Timur.

"Kita terus berkeliling untuk memperluas kenangan dan menguatkan daya beli masyarakat," pungkasnya.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Mayoritas Pedagang E-commerce Belum Punya NIB, Ini Alasannya
  • Jangan Pernah Transfer Uang ke Rekening Pribadi Sales Saat Beli Mobil
  • WAICO dan Ujian Kepemimpinan AI China
  • Di Hadapan Wagub Sumbar, Dedi Mulyadi Singgung Soal Tambang: Eksploitasi Alam Tak Bikin Daerah Makmur
  • Polisi Gagalkan Penyelundupan 600 Kg Timah Ilegal, Disamarkan sebagai Ikan Asin
  • Prediksi Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 Versi Superkomputer
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • Mandatori E20 pada 2028, Pemerintah Buka Peluang Swasta Bangun Pabrik Bioetanol
Konten Rekomendasi
  • Anomali Banjir di Tengah Kemarau
  • LPSK Sebut Baru 2 Korban TPKS yang Terima Dana Bantuan
  • Belum Beroperasi, SPPG di Mojokerto Dibobol Maling, Polisi Amankan Pencuri dan Penadah
  • Korban Kericuhan Konser Denny Caknan Membaik, Armuji: Saya Lega
  • The Neighbourhood Gelar Konser di Jakarta Besok
  • Tim Investigasi dari Jakarta Berangkat ke Lokasi Ledakan Gudang Amunisi Madiun