Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan!

Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan

Waktu: 2026-09-12 19:08:40 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 897x

SURABAYA, KOMPAS.com – Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengklarifikasi terkait terduga pelaku kekerasan seksual diminta mencium kaki kedua orangtua dan merekamnya. 

Menurut PPIS, hal tersebut bukan bentuk sanksi, melainkan bagian dari refleksi diri selama proses penanganan kasus.

Kasie Prevensi dan Intervensi PPIS Unesa, Putri Aisyiyah Rachma Dewi, mengatakan arahan tersebut diberikan agar para terduga pelaku menyampaikan permintaan maaf kepada orang tua sebelum pihak kampus menjelaskan kasus yang sedang mereka hadapi.

"Itu bagian dari refleksi diri, bukan sanksi. Satgas meminta mereka meminta maaf kepada orang tua yang sudah bersusah payah membiayai kuliah mereka. Minta maaf kepada ibu dan cium kaki kedua orang tua sebelum kami berbicara dengan mereka minggu depan," kata Putri kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2026).

Orangtua dipersiapkan menghadapi proses

Menurut Putri, PPIS berencana bertemu dengan orang tua para terduga pelaku untuk menjelaskan perkembangan penanganan kasus sekaligus mempersiapkan mereka terhadap kemungkinan sanksi akademik.

"Satgas akan bertemu dengan orangtua pelaku untuk menyampaikan situasi dan kondisinya serta mempersiapkan mereka untuk berbagai kemungkinan, entah itu skorsing atau drop out (DO), supaya orang tua siap," ujarnya.

Ia menilai keterlibatan orang tua penting karena pengawasan terhadap mahasiswa tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus.

"Kami hanya bisa menjangkau mereka saat berada di dalam kampus. Kalau di luar kampus, yang bisa melakukan pengawasan adalah orangtua. Karena itu kami juga ingin memberitahukan kepada mereka," katanya.

Putri menjelaskan, permintaan merekam proses permintaan maaf itu hanya dimaksudkan sebagai bukti bahwa arahan tersebut telah dijalankan.

"Tapi di sini kami tegaskan jangan fokus pada videonya. Yang paling penting adalah esensi meminta maafnya. Video hanya sebagai bukti, tetapi didahului dengan permintaan maaf secara tulus," ujarnya.

Berawal dari dokumen DPM

Sebelumnya, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Vokasi Unesa melalui akun Instagram resminya memaparkan kronologi penanganan dugaan kekerasan seksual tersebut.

Ketua Umum DPM Fakultas Vokasi Unesa, Tegar Eka Pambudi El Akhsan, mengatakan laporan awal diterima pada 1 Juli 2026 disertai sejumlah bukti dan identitas pihak yang diduga menjadi korban maupun terduga pelaku.

Menurut DPM, berdasarkan informasi yang dihimpun, tiga mahasiswa berinisial HA, RY, dan AD diminta membuat video meminta maaf kepada orang tua dengan mencium kaki mereka sebagai bagian dari proses refleksi yang difasilitasi PPIS.

DPM juga menyebut hingga berita acara tersebut dibuat, keputusan mengenai sanksi akademik, termasuk kemungkinan drop out (DO), belum ditetapkan karena proses pemeriksaan masih berlangsung.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan 3 Lokasi Kunker Wapres di Palembang
  • Pemuda Jaksel Ciptakan Sirine Pendeteksi, Resah Kebanjiran Bertahun-tahun
  • Disekap Pacar, Wanita di Bekasi Alami Luka-luka di Wajah dan Tangan
  • Kejagung Pastikan Tangani Kasus Febrie Adriansyah dengan Hati-hati
  • China Tinggalkan Properti, AI dan Robot Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
  • Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M
  • RW di Kalideres Jakbar Buka Sayembara Rp 10 Juta Buru Pencuri 5 Tabung Gas
  • Utang Luar Negeri RI Tembus Rp 8.000 Triliun, Ekonom: Kenaikan Tak Selalu Berarti Makin Boros
Konten Rekomendasi
  • Embun Upas di Dieng Diprediksi Akan Sering Muncul saat Kemarau, BMKG Ungkap Penyebabnya
  • Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia
  • China Kebut Ambisi AI, Targetkan Jadi Nomor Satu Dunia Lima Tahun Lagi
  • Jadwal KRL Solo-Jogja Senin 20 Juli 2026, Berangkat Pagi Sampai Malam
  • Kisah Pilu Anak 8 Tahun Tinggalkan Jenazah Ibu di Tengah Laut demi Bertahan Hidup
  • 10 Perusahaan Properti dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar di RI