Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi!

Hasil CKG Ungkap Remaja Mulai Alami Depresi hingga Hipertensi

Waktu: 2026-07-29 17:12:15 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 758x

Selain itu, masalah kesehatan gigi juga masih menjadi temuan terbanyak pada anak usia SMP.

Sementara, pada kelompok SMA, pola peningkatan masalah kesehatan jiwa semakin menguat.

Karies gigi juga tetap menjadi masalah utama, diikuti peningkatan tekanan darah, gangguan kesehatan mental, risiko TB, serta persoalan gizi yang menunjukkan keseimbangan antara gizi kurang atau obesitas.

Dengan demikian, hasil CKG kelompok anak sekolah dan remaja, masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi, yang dialami oleh lebih dari 40 persen anak yang diperiksa.

Temuan ini diikuti oleh anemia sebanyak 27 persen, peningkatan tekanan darah 21 persen, penumpukan kotoran telinga 7 persen, serta gizi lebih dan obesitas 7 persen.

Adapun pada kelompok bayi baru lahir, hasil Newborn Screening menunjukkan bahwa dari enam jenis skrining yang dilakukan, penyakit jantung bawaan kritis menjadi kondisi dengan potensi prevalensi tertinggi.

"Hingga 28 Juni 2026, lebih dari 490 ribu bayi telah menjalani skrining menggunakan pulse oximetry," kata Budi.

Dari jumlah tersebut, sekitar 4,3 persen atau 20.946 bayi teridentifikasi memiliki indikasi kelainan yang memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Hasil CKG tersebut menunjukkan pentingnya kesiapan layanan jantung anak mulai dari deteksi dini, sistem rujukan, hingga kapasitas rumah sakit dalam menangani penyakit jantung bawaan.

Pada kelompok anak usia sekolah dasar (SD), masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi, disusul peningkatan tekanan darah, gangguan status gizi, serta gangguan indra pendengaran dan penglihatan.

Menkes menyebutkan, data hasil CKG menunjukkan bahwa persoalan kesehatan gizi tidak lagi didominasi gizi kurang.

"Proporsi anak dengan gizi lebih atau obesitas kini semakin mendekati angka gizi kurang, menandakan Indonesia menghadapi double burden of malnutrition, yakni gizi kurang dan gizi lebih secara bersamaan," tutur Budi.

Menurut dia, temuan ini menjadi dasar penting bagi pemerintah untuk menyusun intervensi kesehatan yang lebih spesifik sesuai kelompok usia.

"Sekarang kita memiliki data kesehatan masyarakat yang jauh lebih lengkap. Kita tahu masalah kesehatan anak SD berbeda dengan anak SMP maupun SMA," ucap Budi.

Hingga 5 Juli 2026, tercatat sudah ada 59,6 juta masyarakat yang memanfaatkan layanan periksa gratis ini.

Sejak 2026, CKG mulai memasuki tahap tatalaksana atau pengobatan bagi peserta yang telah terdiagnosis penyakit kronis, terutama penyakit hipertensi dan diabetes melitus.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Awalnya Banyak Dikritik, The Odyssey Justru Catat Rekor Pembukaan Film Terbaik Tahun 2026
  • Bertahun-tahun Diteror Tetangga, Keluarga di Depok Pilih Jual Rumah
  • Korban Galodo Padang Khawatir Huntap Jauh dari Sawah: Kalau Jauh, Biaya Bensin Bertambah
  • Berbekal Pelatihan BRI Peduli, Eks PMI Asal Indramayu Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut
  • 3 Tahun Stroke, Bugira Tak Pernah Kontrol Kesehatan karena Kendala Jarak dan Biaya
  • Habiburokhman Jadi Ketua Panja Terkait Kasus Febrie Adriansyah
  • Kemensos-BNN Sinergi Tangani Korban Narkoba, Libatkan Kemenkes-Kemenaker
  • Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Ditargetkan Rampung Akhir Tahun Ini
Konten Rekomendasi
  • Kesaksian Sopir Truk Korban Tabrakan Beruntun di Tol JORR Arah Tanjung Priok
  • Efek Domino Kenaikan Harga Obat bagi Pengeluaran Keluarga
  • MVP SEA V Cup 2026 Sentil Timnas Voli Indonesia Usai Takluk dari Kamboja
  • 2 Link Live Streaming Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 dan Cara Nonton Gratis di TVRI
  • Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG
  • Daya Tarik Pulau Kelor Labuan Bajo, Bukit hingga Pantai yang Indah