Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis!

Motor Listrik Murni Buatan Indonesia Dinilai Belum Realistis

Waktu: 2026-07-29 18:08:39 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 161x

Suasana pabrik perakitan motor listrik PolytronKOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI Suasana pabrik perakitan motor listrik Polytron

Masih Ada Kendala

Martin menjelaskan, Indonesia belum memiliki produksi sel baterai format roda dua dalam skala komersial. Selain itu, Indonesia juga belum memproduksi magnet permanen berbasis tanah jarang yang digunakan pada motor penggerak listrik.

Kendala lain adalah belum adanya fasilitas fabrikasi semikonduktor daya untuk memproduksi controller motor listrik di dalam negeri.

Tanpa tiga komponen strategis tersebut, pengembangan motor listrik murni buatan Indonesia akan sangat sulit dilakukan tanpa ketergantungan pada pemasok luar negeri.

Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.KOMPAS.com/ADITYO WISNU Baterai motor listrik Gesits Raya G, yang jadi salah satu contoh baterai litium.

Integrasi Dinilai Lebih Realistis

Menurutnya, skenario terbaik yang paling realistis saat ini adalah Indonesia menguasai desain kendaraan, pembuatan rangka, integrasi sistem, proses perakitan, serta merek.

Sementara itu, komponen seperti sel baterai, magnet permanen, dan perangkat elektronika daya masih harus diimpor.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tetap merupakan capaian penting bagi industri nasional, karena menunjukkan kemampuan Indonesia dalam mengintegrasikan berbagai sistem kendaraan listrik menjadi produk yang siap digunakan.

United E-Motor TX3000United United E-Motor TX3000

"Itu tetap sebuah pencapaian, tetapi harus dinamai dengan tepat: penguasaan integrasi, bukan penguasaan teknologi penuh," kata Martin.

Pernyataan ini memberi gambaran bahwa jika pemerintah meluncurkan motor listrik nasional dalam waktu dekat, kemungkinan besar produk tersebut bukan motor yang seluruh teknologinya dikembangkan dari nol di Indonesia.

Model yang lebih mungkin adalah kendaraan dengan desain dan integrasi lokal, tetapi masih memanfaatkan sejumlah komponen inti dari luar negeri.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi Meninggal
  • Menkop Sebut Presiden Mau Pertumbuhan Ekonomi Muncul di Desa Lewat KDKMP
  • Merchandise Unik dari RBR 2026: Boneka Gajah Nona Seroja dan Bibit Pohon
  • 115 Napi Risiko Tinggi dari Sulsel dan Jatim Dikirim ke Nusakambangan
  • Siswa SMP di Bangkalan Diperkosa Tiga Pria, Diancam Pakai Celurit
  • 2 Korban KM Nurul Salsa Tenggelam Sempat Mengapung Pakai Gabus Bareng 3 Mayat
  • Legenda Inggris Geoff Hurst Sebut Harry Kane Penyerang Terhebat Sepanjang Sejarah
  • Kurang dari 6 Jam, Tim Macan Linggau Tangkap Pelaku Pembakaran 11 Rumah
Konten Rekomendasi
  • Pemkab Agam Usulkan Trase Baru Tol Sicincin-Bukittinggi, Diklaim Kurangi Dampak ke Permukiman
  • Kurir Ojol Diduga Bawa Kabur Pesanan Laptop Warga Jakpus, Polisi Selidiki
  • Santri Korban Kebakaran Ponpes di Lombok Tengah Mengaku Siap Sekolah Lagi
  • Viral Pemotor Tak Pakai Helm Nyelonong Masuk Tol Jagorawi
  • Trump Kenakan Tarif Dagang Baru pada Kanada, Ottawa Siapkan Balasan
  • Promo Tiket Pesawat ke Luar Negeri, Jakarta-Hong Kong PP Rp 4,3 Jutaan