Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS!

Presiden Iran Akui Sedang Hadapi Perang Skala Penuh Lawan AS

Waktu: 2026-07-29 17:09:28 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 338x

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan negaranya saat ini tengah menghadapi "perang skala penuh" dengan Amerika Serikat . Menurutnya, pemerintah dan masyarakat harus siap menghadapi berbagai konsekuensi dari konflik tersebut, terutama di sektor ekonomi.

Dilansir AFP, Selasa , pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat bertemu para pejabat peradilan di Teheran pada Senin .

"Kenyataannya adalah bahwa saat ini Republik Islam Iran terlibat dalam perang skala penuh," ujar Pezeshkian, seperti dikutip dalam pernyataan resmi kepresidenan.

Ia menambahkan Iran harus bersikap realistis terhadap situasi yang sedang dihadapi.

"Kita harus realistis dan menerima konsekuensi alami dari perlawanan ini," lanjutnya.

Pezeshkian menilai tantangan terbesar yang kini dihadapi Iran bukan hanya di medan militer, melainkan juga di bidang ekonomi.

"Medan perang terpenting saat ini adalah ekonomi dan mata pencaharian rakyat," katanya.

Ia memperingatkan tekanan ekonomi yang terus meningkat dapat memicu ketidakpuasan masyarakat. Jika kondisi itu meluas, menurutnya, dukungan publik terhadap negara bisa terkikis.

"Jika tekanan ekonomi menyebabkan ketidakpuasan sosial terbentuk dan ketidakpuasan ini menyebar, modal sosial yang sangat besar yang telah dibangun rakyat untuk mendukung negara dapat rusak," ujarnya.

Iran menghadapi tekanan ekonomi yang semakin berat setelah konflik dengan Amerika Serikat memanas. Pada Juni lalu, inflasi tahunan di negara tersebut melonjak hingga mendekati 90 persen. Data inflasi untuk Juli belum dirilis.

Pada akhir Desember lalu, protes yang semula dipicu tingginya biaya hidup berkembang menjadi demonstrasi anti-pemerintah secara luas. Aksi tersebut mencapai puncaknya pada 8-9 Januari.

Pemerintah Iran menyebut lebih dari 3.000 orang tewas dalam rangkaian kerusuhan tersebut dan menuding kekerasan dipicu oleh "aksi teroris" yang didalangi Amerika Serikat dan Israel.

Sementara itu, sejumlah lembaga swadaya masyarakat yang berbasis di luar Iran memperkirakan jumlah korban jiwa akibat kerusuhan itu jauh lebih tinggi.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah
  • Buaya Terlihat di Spot Diving, Balai TN Komodo Minta Wisatawan Waspada
  • Kisah 3 Napiter Eks JI di Semarang yang Kini Berikrar Setia kepada NKRI
  • Sinkronisasi Prodi dengan Kebutuhan SDM, Mendikti Finalisasi Arsitektur Pendidikan Tinggi
  • Bamsoet Dorong Tarung Derajat Jadi Pilar Ketahanan Mental Generasi Muda
  • Pemprov DKI Mulai Hentikan Open Dumping di Bantargebang pada 1 Agustus
  • Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A
  • Air PAM Mati, Apakah Pelanggan Berhak Dapat Kompensasi?
Konten Rekomendasi
  • Waka BGN Beberkan Fokus Evaluasi MBG: Penerima Manfaat-Insentif SPPG
  • Janji Kejagung Transparan dalam Menangani Kasus Eks Jampidsus Febrie
  • Viral Meteor Melintas di Langit Tol JORR Jaktim, BRIN Beri Penjelasan
  • Wisata Ancol Gratis untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sampai 31 Juli, Cek Syaratnya!
  • Soal Sanksi untuk Bupati Purwakarta, Mendagri Serahkan ke Dedi Mulyadi
  • KPK Juga Periksa Dirjen PKN V BPK Terkait Kasus Bupati Muara Enim