Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah!

Musibah Memilukan Longsor Tewaskan 116 Anak Saat Sekolah

Waktu: 2026-07-29 18:09:47 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 578x

Bencana Aberfan menjadi salah satu peristiwa paling memilukan di Britania Raya. Bencana longsoran limbah batu bara ini menghilangkan 144 nyawa, dengan 116 di antaranya merupakan anak-anak.

Dikutip dari National Archives, bencana ini terjadi pada 21 Oktober 1966 di desa pertambangan Aberfan, Wales. Saat itu, di lereng bukit di atas Aberfan terdapat beberapa gunungan limbah batu bara milik National Coal Board -perusahaan batu bara milik pemerintah Inggris. Salah satunya adalah Tip 7, yang dibangun sejak 1958 di atas area yang memiliki mata air alami.

Selama beberapa minggu sebelum bencana, hujan deras membuat air meresap ke dalam timbunan limbah batu bara tersebut. Akibatnya, material batu bara, tanah, dan air berubah menjadi lumpur pekat sehingga strukturnya menjadi tidak stabil.

Sekitar pukul 09.13 waktu setempat pada 21 Oktober 1966, gunungan limbah itu tiba-tiba longsor. Diperkirakan 140.000 meter kubik material meluncur menuruni lereng dengan kecepatan tinggi dan menghantam desa di bawahnya.

Longsoran limbah batu bara tersebut menerjang sebuah rumah pertanian, 20 rumah penduduk, serta dua sekolah di Aberfan. Saat kejadian, anak-anak tengah belajar di dalam kelas.

Setidaknya 144 orang meninggal dunia, dan 116 di antaranya adalah anak-anak. Tragedi ini pun menyisakan duka yang amat mendalam.

Laporan investigasi menunjukkan adanya kegagalan sistemik dan inefisiensi dalam pengelolaan penampungan limbah ini. Peringatan bahaya sebenarnya telah dikeluarkan pada pukul 07.00 pagi di hari kejadian, tetapi tidak ditindaklanjuti oleh pihak terkait.

Pascabencana, muncul seruan mendesak untuk melakukan evaluasi besar-besaran terhadap seluruh timbunan batu bara, struktur bangunan, terowongan, hingga jembatan di seluruh Britania Raya.

Seluruh dunia turut berduka atas tragedi yang menjadi salah satu momen paling kelam dalam sejarah Britania Raya tersebut. Peristiwa ini juga memicu desakan agar pemerintah segera mengevakuasi area-area yang dianggap tidak aman.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Rekam Jejak Perancis Vs Inggris di Piala Dunia 2026, Kompak Tergelincir di Semifinal
  • Amerika Latin Bersatu Dukung Spanyol, Tuding Argentina Anak Emas FIFA
  • Satgas PRR Kawal Pemulihan Infrastruktur di Nagan Raya dan Bireuen
  • Solusi Bangunan Terpadu: Tekan Biaya Renovasi Melalui Inovasi Material
  • PHK Meningkat Sejak Juni 2026, Disnaker Kota Bandung Siapkan Langkah Antisipasi
  • Pemerintah Tawarkan Proyek PLTS 100 GW ke Investor China
  • Raih Sepatu Emas, Mbappe Tinggal di Kawasan Super Eksklusif Madrid
  • Demo Tuntut Penurunan Plt Rektor UINSA, Mahasiswa Bakar Ban dan Jas Almamater
Konten Rekomendasi
  • 7 Ide Meal Prep di Bawah Rp 200.000 untuk Seminggu, Cocok untuk Pemula
  • Jadwal Final SEA V Cup 2026: Indonesia Ditantang Finalis Baru Kamboja
  • Cara Tuchel Lepas Stres di Timnas Inggris, Bersepeda dan Makan Es Krim
  • KPK Sebut Mahalnya Ongkos Politik Jadi Pemicu Korupsi Kepala Daerah
  • MAKI Sentil Hotman: Aturan Mana Penetapan Tersangka Febrie Harus Izin Presiden?
  • PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi