Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini!

5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Waktu: 2026-07-29 17:10:56 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 978x

Iran dilaporkan menembakkan sebuah rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di wilayah Arab Saudi pada Sabtu . Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia.

Serangan rudal pada akhir pekan itu menandai serangan langsung pertama Teheran terhadap Riyadh dalam kurun waktu hampir empat bulan terakhir.

Sementara itu, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan Rabu .

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari ini, Sabtu :

- Iran Tembakkan Rudal ke Pangkalan AS di Arab Saudi, Pertama dalam 4 Bulan

Iran dilaporkan menembakkan sebuah rudal balistik ke sebuah pangkalan militer Amerika Serikat yang ada di wilayah Arab Saudi pada Sabtu waktu setempat. Ini menandai serangan langsung pertama Teheran terhadap Riyadh dalam kurun waktu hampir empat bulan terakhir.

Serangan rudal Iran terhadap Saudi ini, seperti dilansir Anadolu Agency dan Reuters, Sabtu , dilaporkan oleh media AS, Axios, yang mengutip seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya.

Menurut pejabat AS tersebut, Iran menargetkan pangkalan militer Amerika di wilayah Saudi dengan sebuah rudal balistik. Tidak disebutkan lebih lanjut rincian mengenai serangan Teheran itu maupun targetnya.

- AS Menyerang Lagi, Iran Balas Gempur Kuwait-Yordania

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target-target Iran pada Jumat malam, yang merupakan malam ketujuh berturut-turut saat perang kembali memanas. Militer Iran kemudian melancarkan serangan pembalasan terhadap target-target militer AS di wilayah Kuwait dan Yordania.

Komando Pusat AS atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, seperti dilansir AFP, Sabtu , mengatakan bahwa serangan terbarunya dimaksudkan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

"Komando Pusat AS menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim," demikian pernyataan CENTCOM yang disampaikan via media sosial X.

- Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini masuk dalam daftar panjang pengkritik taktik Inggris yang kalah dari Argentina dalam semifinal Piala Dunia. Trump mengkritik keputusan pelatih menjadikan kapten timnas Inggris, Harry Kane, yang dipujinya sebagai "pemain hebat", sebagai pemain bertahan.

Kritikan tersebut, seperti dilansir AFP dan BBC, Sabtu , dilontarkan Trump saat dia berpidato dalam sebuah acara Federasi Sepak Bola Internasional di New York pada Jumat waktu setempat, yang juga dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino.

Dalam acara tersebut, Trump melontarkan kritikan ringan terhadap keputusan pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, yang menerapkan taktik bertahan setelah Inggris berhasil unggul satu gol atas Argentina dalam pertandingan di Atlanta Stadium, AS, pada Rabu waktu setempat.

- Iran Serang Bahrain, Klaim Hancurkan Pusat AI dan Fasilitas Drone AS

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim, pada Jumat , bahwa serangan mereka telah menghancurkan "pusat kecerdasan buatan utama" dan depot drone milik Amerika Serikat yang ada di Bahrain. IRGC menyebut serangannya itu sebagai pembalasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu , mengatakan bahwa serangan tersebut dilancarkan setelah militer AS "melakukan kejahatan perang" dengan menyerang sejumlah jembatan di wilayah Iran pada malam sebelumnya, yang "menewaskan dan melukai sejumlah warga sipil".

Diklaim oleh IRGC bahwa pasukannya telah "menghancurkan depot kendaraan drone AS di Bahrain".

- Milisi Irak Tawarkan Imbalan Rp 179 M untuk Bunuh Trump

Kelompok milisi Irak menawarkan imbalan sebesar US$ 10 juta, atau setara Rp 179,4 miliar, untuk siapa saja yang mampu membunuh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Seruan pembunuhan dengan tawaran imbalan itu disebut sebagai "kutukan" bagi Presiden AS tersebut.

Tawaran tersebut, seperti dilansir Press TV dan Middle East Monitor, Sabtu , diumumkan oleh Kelompok Perlawanan Islam di Irak, berkaitan dengan pembunuhan dua komandan yang dihormati, termasuk komandan terkemuka Iran, oleh AS beberapa waktu lalu.

Kelompok Perlawanan Islam di Irak merupakan komponen kunci dalam Poros Perlawanan, dan terlibat aktif dalam perang antara Iran-AS dengan melancarkan serangan terhadap aset-aset militer AS di kawasan tersebut.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Satgas PRR dan PNM Siapkan Skema Pembiayaan Usaha bagi Penyintas di Agam
  • 3 Duel Kunci Penentu Kemenangan Spanyol Vs Argentina di Final Piala Dunia 2026 
  • Rumah Mewah di Grand Polonia Meledak, Kapolrestabes Medan: Diduga Kebocoran Pipa Gas Tanam
  • Mengapa Memilih Outfit untuk Wawancara Kerja Itu Penting? Ini Penjelasannya
  • Mitra MBG Ancam Mogok Massal Dapur MBG, BGN: Beri Kami Waktu
  • Waspada Risiko Skin Barrier Rusak karena Layering Skincare Sembarangan
  • Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
  • Polisi Amankan 8 Orang Usai Ojol Geruduk Kantor "Debt Collector" di Bandung, Kantor Akan Tutup
Konten Rekomendasi
  • Krisis Murid Baru SD Negeri di Jateng dan DIY, Pakar Sebut Penduduk Usia Muda Terus Menurun
  • Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
  • KLM Tanjung Bara Tenggelam di Maluku, 8 ABK Diselamatkan Kapal Yacht Asal Selandia Baru
  • Kick Off Perancis Vs Inggris Beda dengan Final, Awas Jangan Salah!
  • Bikin Sinyal di Jakarta-Jabar Hilang, Pencuri Modul BTS Diatur WNA di Bangkok
  • Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina: Jam, Cara Nonton, dan Link Live Streaming