Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga!

Dari Pasar hingga Mal, Euforia Piala Dunia Satukan Warga

Waktu: 2026-07-29 17:12:52 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 432x

Semarak Piala Dunia 2026 menyelimuti Indonesia karena mayoritas masyarakat Indonesia dikenal gila bola. Turnamen sepakbola yang digelar empat tahun sekali ini selalu menjadi momen istimewa yang dinantikan untuk dinikmati bersama.

Tradisi nonton bareng atau nobar kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Piala Dunia, mulai dari sudut pasar, warung kopi, balai warga, taman, hingga pusat perbelanjaan, yang dipenuhi pencinta sepakbola.

Mayoritas pertandingan yang berlangsung pada dini hari tidak menyurutkan semangat masyarakat untuk tetap terjaga, bahkan banyak yang rela mengorbankan waktu istirahat demi menyaksikan aksi para pesepakbola terbaik dunia.

Di Pasar Kebayoran yang nyaris tak pernah sepi, para pedagang memanfaatkan waktu luang di sela aktivitas berdagang dengan berkumpul di depan televisi berukuran 24 inci. Canda, tawa, dan saling ledek antarpedagang membuat suasana di pasar terasa semakin hangat dan penuh keakraban.

Kehangatan juga tercipta di warung kopi karena menjadi tempat berkumpul warga untuk menyaksikan pertandingan Piala Dunia melalui televisi berukuran kecil. Sedangkan pengemudi ojek daring dan warga yang melintas turut berhenti sejenak untuk menikmati pertandingan dan bersorak saat peluang emas tercipta.

Di balai warga, anak-anak yang mengenakan jersey tim nasional kebanggaan masing-masing tampak antusias mengikuti jalannya pertandingan. Mereka bersorak menikmati pertandingan bola bersama teman-teman sebaya.

Suasana tak kalah meriah juga terlihat di pusat perbelanjaan saat warga memadati area nonton bareng. Setiap peluang gol dan aksi memukau para pemain disambut sorak-sorai serta tepuk tangan yang menggema di sepanjang pertandingan.

Nonton bareng juga diinisiasi sekelompok pemuda dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan, melalui konsep ‘nobar keliling’. Mereka membawa televisi berukuran 43 inci yang diletakkan di atas meja portabel.

Meski hanya mengandalkan sebuah televisi, nobar keliling tetap dipenuhi masyarakat dari berbagai usia. Mereka berkumpul, berbincang, dan berbagi semangat mendukung tim favorit sekaligus menyebarkan euforia Piala Dunia ke berbagai sudut Jakarta.

Di balik setiap gol dan sorak kemenangan, tradisi nonton bareng menghadirkan kehangatan yang sulit tergantikan. Saat peluit panjang pertandingan dibunyikan, yang tersisa bukan hanya hasil akhir di papan skor, tetapi juga kenangan akan kebersamaan dan semangat yang menyatukan masyarakat dalam euforia Piala Dunia 2026.

Seorang warga mencari diagnosa penyakit darah tinggi dengan Chat GPT

Sejumlah anak menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di salah satu balai warga di Gandaria Utara.

Sejumlah pedagang menyaksikan pertandingan Argentina melawan Swiss pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

Warga menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

Warga bersorak merayakan gol Spanyol saat mengikuti nonton bareng pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 di kawasan Pasar Kebayoran.

Seorang pedagang menyaksikan pertandingan Prancis melawan Spanyol pada babak semi final Piala Dunia 2026 di Pasar Kebayoran.

Potret salah seorang pendukung Argentina saat menyaksikan pertandingan Piala Dunia.

Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan

Sejumlah pendukung Argentina merayakan keberhasilan melaju ke babak final Piala Dunia 2026.

Warga menyaksikan pertandingan Inggris melawan Argentina pada babak semifinal Piala Dunia 2026 di pusat perbelanjaan.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Tiang Listrik PLN Berdiri di Halaman Rumah, Apakah Pemilik Berhak Minta Ganti Rugi?
  • 2 Lokasi Wisata Dunia yang Minta Dihapus dari Daftar Situs Warisan Dunia UNESCO
  • Banjir Rob Masuk Sekolah, Disdik Surabaya Sebut MPLS Tak Terganggu
  • Kembali Gandeng Maestro Hadiprana, Summarecon Hadirkan Rumah Premium di Bogor
  • Menkes Minta Tata Kelola Blokir Anggaran Diperbaiki
  • Kapan Manusia Pertama Kali Menyadari Ada Dinosaurus?
  • Bikin Penasaran! Tanaman Mirip Bunga Bangkai Tumbuh di Kranji Bekasi
  • Jaga Sinergitas, Anggota Polsek-polsek di Bogor Kunjungi Koramil
Konten Rekomendasi
  • Regulasi U23 Dicabut, Persib Perpanjang Kontrak Kakang Rudianto
  • Zulhas Ungkap KDKMP Sekaligus untuk Salurkan Bantuan dan Barang Subsidi
  • PGN Pasok 2.500 MMBTU Gas ke Produsen Aspal
  • Belum Ada Gedung Permanen, 30 Siswa Sekolah Rakyat di Pamekasan Dititipkan ke Sampang
  • KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison
  • Ada yang Bela Spanyol, Ada yang Dukung Messi, Ada Pula yang Cuma Mau Nonton Konser