Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Pengiriman BBM di Sumut Menyusut Ketika Sampai di SPBU, Polda Sumut: Masih Kita Selidiki!

Pengiriman BBM di Sumut Menyusut Ketika Sampai di SPBU, Polda Sumut: Masih Kita Selidiki

Waktu: 2026-07-29 18:09:47 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 798x

Polda Sumatera Utara menjabarkan pemicu antrean padat dan mengular di Stasiun Pengisian BahanbBakar Umum (SPBU) di wilayahnya 3 hari belakangan.

Salah satunya, karena pemutusan hubungan kerja (PHK), antara Pertamina dengan para oknum kru awak mobil tangki (AMT). Akibatnya distribusi BBM jadi terhambat.

Para AMT di PHK diduga mengantar BBM dari Depo Pertamina Medan ke SPBU, tidak sesuai dengan prosedur berlaku. Ada penyusutan jumlah BBM saat titik muat (T1) dan ketika sampai di titik terima (T2) yakni SPBU.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumut, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, informasi itu diterimanya, saat mengikuti rapat koordinasi dengan Pertamina dan Pemprov Sumut pada Rabu (15/7/2026). Namun ia tidak mengetahui secara spesifik jumlah penyusutan yang dimaksud.

"Nah, hasil rapat koordinasi kemarin bahwasanya kita tidak tahu pasti ( berapa jumlah penyusutan), karena ini adalah permasalahan internal antara SPBU dengan transportir, Itu masih kita selidiki," ujar  Dwi di Mapolda Sumut, Kamis (16/7/2026).

Dwi menyarankan agar pihak Pertamina melaporkan peristiwa ini Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumut, agar bisa segera ditangani.

"Tapi kalau pemiliknya tidak lapor, kita tidak bisa (menindaklanjuti), ya karena yang tahu (BBM di truk tangki) kurang berapa (BBM nya), harus ada pengukuran, T1, T2-nya ini,'' ungkap Dwi.

Selain soal penyusutan BBM, PHK yang dilakukan terhadap AMT juga berkaitan dengan keterlambatan sopir AMT dalam memasok BBM ke SPBU.

"Dimana estimasi pengiriman yang seyogyanya dua jam, ini terjadi kelambatan menjadi dua setengah jam ini dari permasalahan AMT ini. Sehingga inilah yang menyebabkan salah satu terjadi pemutusan hubungan kerja,'' kata Dwi.

Dwi tidak mendetailkan berapa AMT yang hubungan kerjanya di PHK, namun kata dia pascakejadian itu Polri dan TNI turun tangan menggantikan sopir AMT untuk mendistribusikan BBM.

"Kekurangan daripada AMT ini diisi oleh personel daripada TNI dan Polri yang memiliki kualifikasi," ungkapnya.

Khusus dari Polri, kata Dwi ada 10 yang diturunkan, mereka telah memiliki jam terbang karena sudah pernah turun ke lapangan, saat mengantar truk BBM saat Banjir Sumatera tahun 2025.

"Pada saat kemarin terjadi bencana alam 2025, ini kita latih mereka untuk membantu kelangkaan BBM di Sibolga, Taput, Tapsel. Itulah kenapa kok bisa secepat itu (mereka beradaptasi)," kata Dwi.

Selain itu, Dwi juga menjelaskan pihaknya dan TNI juga membantu pengawalan pengantaran SPBU untuk menghindari penyimpangan pengantaran BBM ke SPBU.

"Selain saat ini kami juga sedang melaksanakan pengamanan di SPBU yang ada antrean,'' ujarnya.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Harga Buyback Emas Antam, Galeri 24, dan UBS 18 Juli 2026 Turun
  • Konflik Berdarah Adonara NTT, PDIP Minta Aparat Upayakan Mediasi
  • Damkar Evakuasi Monyet Liar yang Teror Warga Batangkuis, 2 Orang Luka-luka Jadi Korban Gigitan
  • Anomali Banjir di Tengah Kemarau
  • Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah
  • DPRD DKI Kawal Penerbitan Sertifikat Tanah PTSL yang Bertahun-tahun Tertunda
  • TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
  • MenPAN-RB Tulis Surat untuk Seluruh ASN: Terus Jaga Integritas
Konten Rekomendasi
  • Soal Motor Listrik Nasional: Indomobil eMotor Soroti Infrastruktur
  • Bicara Program CKG, Prabowo Ungkap Banyak Rakyat yang Sakit Gigi
  • Hadiri Sidang Gugatan Hak Asuh Anak, Sarwendah: Saya Bertekad Jaga Anak-anak
  • FIFA Jual 4 Paket Rumput Final Piala Dunia 2026, Apa Saja Isinya?
  • Serukan Perang ke Pengemplang Pajak, Menkeu Jerman: Orang Jujur Tak Boleh Dianggap Bodoh
  • Banjir Bandang Terjadi di Sungai Batang Agam, 90 KK Terdampak