Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara!

Menteri HAM Kerahkan Tim untuk Kawal Penyelesaian Konflik di Adonara

Waktu: 2026-09-12 18:58:09 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 485x

 Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengirim tim ke Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memantau bentrokan antarwarga yang terjadi di Kecamatan Adonara Timur dan menewaskan tiga orang.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengawal penyelesaian konflik. 

“KemenHAM menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para tokoh masyarakat untuk memastikan proses penyelesaian berlangsung secara damai, menghormati hak asasi manusia, serta memberikan rasa aman bagi seluruh warga terdampak,” ujarnya 

dalam keterangan tertulis, Minggu (19/7/2026).

Pigai mengatakan, pemantauan akan dilakukan oleh jajaran Kantor Wilayah Kementerian HAM NTT bersama Staf Khusus Menteri guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi masyarakat pascakonflik.

Hasil pemantauan, kata dia, juga untuk mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan dalam mendukung proses penyelesaian secara damai.

Menurutnya, penyelesaian konflik di Adonara tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan penegakan hukum tapi juga aspek budaya. 

“Berdasarkan pengalaman menangani kasus di sana, kami menilai pendekatan melalui solusi budaya jauh lebih efektif daripada pemolisian,” kata Natalius. 

Dia berharap konflik di Adonara segera selesai sehingga situasi kembali kondusif. 

“KemenHAM RI juga berharap situasi di Adonara segera kondusif sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitasnya secara normal,” imbuhnya.

Sebelumnya, bentrokan antarwarga Desa Narasaosina dan Dusun Bele, Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dipicu sengketa batas tanah dan klaim lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Wakil Komandan Batalyon (Wadanyon) B Pelopor Satuan Brimob Polda NTT AKP Antonio Cortareal mengatakan, persoalan tersebut menjadi pemicu bentrokan yang kembali pecah pada Sabtu (18/7/2026).

"Masalah batas tanah dan klaim sepihak lokasi tanah (untuk) Kopdes Merah Putih," ujar Antonio saat dihubungi, Minggu (19/7/2026).

Setidaknya ada 3 warga tewas, 5 orang terluka, dan 20 rumah yang terbakar akibat kerusuhan dan bentrok antarwarga.

Antonio belum menjelaskan sejauh mana rencana pembangunan Kopdes Merah Putih di wilayah tersebut.

Ia menyebut, satu peleton personel dari Markas Komando Brimob Maumere telah dikerahkan untuk memperkuat pengamanan di Adonara.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Belum Setahun Jl Bama-Pagelaran Kini Rusak, Pemprov Sebut Sudah Diperbaiki
  • Hakim Lerai Debat di Sidang Eks Ketua Ombudsman: Terserah Saksilah
  • Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi
  • IHSG Melesat 4,24 Persen dalam Sepekan, Ini Tiga Katalis Utama Penggeraknya
  • Bug yang Ditemukan Bocah SD Boyolali di Sistem NASA Bisa Jadi Celah Penipuan, Begini Penjelasannya
  • Pemuda Jaksel Ciptakan Sirine Pendeteksi, Resah Kebanjiran Bertahun-tahun
  • Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tiket Tembus Rp 1 Miliar, Efek Messi dan Yamal?
  • Kampus Klarifikasi soal Rachmi yang Temui Dedi Mulyadi di Padang, Sebut Terkendala Akademik
Konten Rekomendasi
  • Usai Bertemu Mendag China, Airlangga Dorong Realisasi 30 MoU Investasi Rp 37,1 Triliun
  • Merawat Harapan dari Kebun Pepaya Kalina, Langkah Desa Serut Menguatkan Ekonomi Desa
  • Kemensos Intens Dampingi Anak Yatim Piatu Kecanduan Hirup BBM di Sukabumi
  • Bukan Cuma Megah, Venue Final Piala Dunia Punya Predikat Stadion Hijau
  • Bandara Husein Sastranegara Kini Layani Rute Langsung ke 8 Kota Indonesia
  • BI Ingin Perkuat Posisi Indonesia sebagai Produsen Kopi Terbesar Keempat Dunia