Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah!

Anak Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pindah Sekolah

Waktu: 2026-07-29 18:10:14 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 475x

Anak pengirim pesan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jakarta Selatan, berakhir pindah sekolah usai ayahnya, MY, ditangkap polisi.

Hal ini disampaikan Ketua RT 03 RW 04 Srengseng Sawah, Anton Sianipar, saat ditemui di lingkungan tempat tinggal MY.

Setelah kejadian itu, anak dan istri MY juga pindah ke rumah mertuanya.

“Setelah kejadian itu, anak sama istri diungsikan dan anaknya itu sudah tidak bersekolah lagi di SDN 15 Pagi Srengseng Sawah itu,” kata Anton ditemui di lokasi, Rabu (15/7/2026).

Sebelumnya, anak MY sudah terdaftar sebagai siswa baru di sekolah itu.

MY bahkan sempat mengantarkan anaknya ke sekolah lalu pulang lagi.

“Kalau antar, iya. Karena yang mengantar anaknya sekolah dia. Setelah dia ngantar, baru dia beraktivitas gitu (mengirim pesan teror bom),” kata Anton.

Dalam rentang waktu singkat, pesan berisi ancaman teror bom itu dikirimkan ke guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) sekolah.

Anton juga bercerita, mulanya MY ingin memasukkan anaknya ke sekolah lain yang lebih dekat dengan rumah.

Namun, dalam seleksi PPDB, anak MY akhirnya diterima di SDN Srengseng Sawah 15.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, juga membenarkan bahwa MY memiliki anak yang terdaftar sebagai siswa di sekolah tersebut.

“Betul, (MY adalah ayah dari salah satu siswa di SDN Srengseng Sawah 15),” kata Nurma dikonfirmasi lewat pesan teks.

Adapun MY ditangkap karena mengirimkan pesan ancaman berisi teror 11 bom di SEN Srengseng Sawah 15 pada hari pertama masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).

Aksinya ini membuat aktivitas belajar mengajar dihentikan sementara.

Polisi menyisir kawasan sekolah hingga tiga kali.

Pertama, kepolisian dari Polsek Jagakarsa memeriksa berbagai sudut sekolah.

Untuk memastikan keamanan, polisi juga memanggil Densus 88, Tim Gegana, dan anjing pelacak (K-9).

Setelah pemeriksaan selama 4 jam, tidak ada bom yang didapati di lingkungan sekolah.

Polisi akhirnya menangkap MY berdasarkan penelusuran terhadap nomor telepon yang dia gunakan untuk mengirim pesan ke dua guru di sekolah.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Anggota Komisi IX DPR Minta Kebijakan MBG Wajib Terdokumentasi, Bukan Instruksi Verbal
  • Kapolda Sumsel Tinjau Pengamanan 3 Lokasi Kunker Wapres di Palembang
  • Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah
  • Dasco Pimpin Rapat DPR dengan Pemerintah, Bahas Anggaran Kapal Perintis
  • Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon di Riau Bhayangkara Run 2026
  • Resep Telur Balado Ala Rumahan yang Nikmat Buat Lauk Bekal Kantor
  • Hotman: Febrie Tak Tahu Ada Renovasi untuk Tempat Uang di Rumah Sentul
  • Siswa SMP di Bangkalan Diperkosa Tiga Pria, Diancam Pakai Celurit
Konten Rekomendasi
  • Drone Laut Ukraina Tenggelamkan Kapal Rusia, Dekat Istana Putin
  • Dituding Mangkrak, Manajemen LRT City Pastikan Proyek Berlanjut, Pendanaan Masih Dicari
  • Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat
  • Warganya Tewas dalam Serangan di Selat Hormuz, India Protes Keras Iran!
  • Don Ritto Pernah Kelola Restoran deClan Bareng Eks Jampidsus Febrie, tapi Bantah Korupsi
  • Kasus Kematian Pasien Anak di Pangkalpinang, Dokter Ratna Divonis Bebas