Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai!

Kisah SD di Mojokerto: Guru Iuran Bangun Toilet, Dua Ruang Kelas Kini Tak Bisa Dipakai

Waktu: 2026-09-12 19:02:18 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 654x

Akibatnya, guru maupun siswa harus pulang ke rumah ketika hendak menggunakan toilet.

"Saya masuk ke sini memang sudah tidak ada (toilet). Saya masuk tahun 2023. Toilet sudah tidak berfungsi. Semuanya terpaksa pulang kalau apa-apa. Alhamdulillah sekarang sudah punya. Keadaannya memang belum bisa maksimal, tapi syukurlah bisa ditempati," kata Juwono kepada Kompas.com, Senin (20/7/2026).

Menurut Juwono, pembangunan toilet dilakukan secara swadaya melalui iuran para guru.

Sebagian biaya juga berasal dari hasil penjualan buah mangga yang dipanen dari pohon di lingkungan sekolah.

Total dana yang digunakan untuk membangun toilet tersebut sekitar Rp 15 juta.

Dua Ruang Kelas Dikosongkan

Selain persoalan toilet, SD Negeri 1 Pandankrajan kini harus mengosongkan dua ruang kelas karena mengalami kerusakan pada bagian atap, plafon, dan dinding.

Beberapa bagian plafon ambrol, sedangkan sejumlah titik tembok tampak lapuk dan mengelupas sehingga dinilai membahayakan apabila tetap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Saat ini, sekolah hanya memanfaatkan empat ruang kelas yang masih layak digunakan sesuai jumlah rombongan belajar. Satu ruangan lainnya difungsikan sebagai ruang guru sekaligus ruang kepala sekolah.

Juwono mengatakan pihak sekolah telah mengajukan permohonan bantuan revitalisasi kepada pemerintah.

"Kelasnya ada satu, dua, tiga, empat. Terus yang paling barat ada dua. Lalu WC satu. Jadi ada tujuh," ujarnya.

Revitalisasi Diupayakan Tahun Depan

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Amzar Ashari Siregar mengatakan pemerintah daerah telah mengusulkan revitalisasi SD Negeri 1 Pandankrajan, baik melalui APBD maupun bantuan dari pemerintah pusat.

Namun, menurut dia, proses revitalisasi diperkirakan baru dapat direalisasikan pada tahun depan.

"Bismillah niat kami sama-sama membantu pendidikan di Pandankrajan. Kondisi SD kami memang banyak yang perlu mendapat perhatian dan sudah kami usulkan ke kementerian. Mudah-mudahan mendapat perhatian dan kami kawal di kementerian," kata Amzar.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • DPD Sebut RUU Daerah Kepulauan Mampu Maksimalkan Potensi Daerah Kepulauan
  • Dukung Implementasi KDKMP, Kemendagri-Pemda Perkuat Verifikasi & Validasi
  • Penertiban Kawasan Pasar Gede Solo, Parkir Liar dan Becak Tak Bertuan Diamankan
  • RUU Satu Data Indonesia Bakal Diusulkan Jadi Inisiatif DPR dalam Rapat Paripurna
  • Presiden LaLiga Konfirmasi Barcelona Kembali ke Aturan Rasio 1:1
  • Iran Serang Pangkalan Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Terdengar Ledakan
  • 2 WN Vietnam Dideportasi gegara Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
  • Pengacara Bawa Bukti Tambahan untuk Laporkan Pansus Hak Angket DPRD Gowa
Konten Rekomendasi
  • Kronologi Dugaan Penculikan Atlet Golf di Restoran Jakpus Saat Rayakan Ulang Tahun Nenek
  • Jadi Tersangka dan Ditahan 2 Hari, Admin "TheKerupuk" Akhirnya Dibebaskan
  • AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air
  • Kisah Awal Pertemuan Messi dan Lamine Yamal Sebelum Final Piala Dunia 2026
  • Bos Perusahaan Kirim Pesan Minta Maaf ke Istri Sebelum Akhiri Hidup di Hotel Jaksel
  • Saat Rumpon Jadi Penyelamat 5 Korban KM Nurul Salsa Usai 4 Hari Mengapung