Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana!

Spanyol Lolos ke Final Piala Dunia 2026, Zlatan Ibrahimovic: Rodri Ada di Mana-mana

Waktu: 2026-07-29 17:11:40 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Kesehatan Dibaca: 578x

Permainan tempo tinggi yang diperagakan armada Luis de la Fuente pada akhirnya membuat Les Bleus kesulitan mengembangkan permainan, meski tim lawan sempat tampil meyakinkan di fase awal turnamen.

Pujian untuk Rodri

Walaupun performa kolektif tim Matador menjadi sorotan utama malam itu, fokus Ibrahimovic justru tertuju pada kontribusi individual gelandang Manchester City tersebut.

Sang pemain dianggap sebagai motor utama yang mampu meredam serangan lawan sekaligus mengawali transisi permainan dengan visi dan ketenangan yang luar biasa.

"Saya harus menyebutkan, Rodri ada di mana-mana. Pertandingan yang luar biasa, pemain yang luar biasa," kata Ibrahimovic saat berbicara di FOX Sports melalui Goal English.

"Dia adalah pemain yang tidak banyak mendapat pujian, tetapi dalam pertandingan ini dia ada di mana-mana. Dia benar-benar luar biasa. Sepak bola menang hari ini."

Laju impresif La Roja menuju final tidak lepas dari kembalinya identitas permainan penguasaan bola dan tekanan tinggi yang menjadi ciri khas mereka.

Saat menghadapi barisan bintang lawan, strategi ini terbukti efektif dalam memaksakan kesalahan yang jarang terjadi.

Rodri bereaksi setelah Bernardo Silva gagal mencetak gol lewat sundulan yang melambung di atas mistar gawang dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas Stadium pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas.Getty Images via AFP/Molly Darlington Rodri bereaksi setelah Bernardo Silva gagal mencetak gol lewat sundulan yang melambung di atas mistar gawang dalam pertandingan Babak 16 Besar Piala Dunia 2026 antara Portugal dan Spanyol di Dallas Stadium pada 6 Juli 2026 di Arlington, Texas.

Permainan umpan pendek nan mengalir membuat skuad lawan seakan kesulitan untuk memberikan jawaban yang berarti atas ritme permainan yang diciptakan.

"Mereka mengambil kendali dari menit pertama hingga menit terakhir. Mereka merasa hidup. Mereka aktif. Mereka menginginkannya," lanjutnya.

"Mereka berlari lebih jauh. Setiap duel yang mereka hadapi, mereka ingin memenangkannya. Saat menyerang, mereka yakin. Mereka mengambil inisiatif. Anda bisa melihat setiap umpan yang mereka lakukan seperti: 'kami menginginkan ini'."

"Dan sebaliknya ketika melawan Prancis," tegas pria kelahiran Malmo, Swedia, pada 3 Oktober 1981.

Menatap Gelar Juara Dunia Kedua

Kini, tiket menuju laga penentuan telah berada di genggaman.

Spanyol berambisi untuk kembali menancapkan dominasinya di panggung sepak bola global dengan mengincar trofi bergengsi tersebut untuk kedua kalinya dalam sejarah, mengulang memori manis edisi 2010.

Di partai final nanti, mereka dijadwalkan akan menghadapi pemenang antara Inggris atau Argentina.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • BGN Minta Maaf Punya Utang Rp 1,6 Triliun pada Era Dadan Hindayana
  • Dugaan Keracunan MBG Kembali Terjadi di Jember, Satgas Selidiki Penyebabnya
  • Penjual Lontong Sayur Kena Pajak Rp 840 Ribu, Pemkab Pati Beri Penjelasan
  • Mojtaba Khamenei Angkat Suara Usai Pemakaman Ayahnya
  • Pengalaman Dedi Kurniawan Kuliah Kedokteran Gigi di Jerman: Buku Gratis, Rp 7 Juta per Semester
  • Pemprov Jatim Terbitkan Pergub Kelas Jalan, Truk Jumbo Tak Bisa Asal Melintas
  • Karhutla 17 Hari di Kotim, BPBD Kini Fokus Putus Rambatan Api
  • 370 Drone Ukraina Melesat ke Moskow dalam Semalam, 7 Orang Tewas
Konten Rekomendasi
  • Iran Diduga Lacak Ponsel Tentara AS, Manfaatkan Celah Telekomunikasi
  • Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor
  • [POPULER GLOBAL] Pentagon Cemas Perang Iran Meluas | Spanyol Juara Piala Dunia
  • Panas Membara, Italia Umumkan Status Merah di 15 kota
  • Satpol PP DKI Usut Oknum Diduga Pungli Rp 300 Ribu ke Rumah Belajar di Jakut
  • Viral 2 Pekerja Migran Asal Agam Terikat Minta Dipulangkan dari Myanmar, BP3MI Tindak Lanjuti