Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan!

Soroti Kebakaran TPA, Waka MPR Tekankan Pembenahan Hulu dan Pengawasan

Waktu: 2026-07-29 18:09:09 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 295x

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengungkapkan kebakaran yang kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir Cipayung, Depok, menjadi alarm atas persoalan pengelolaan sampah yang semakin mendesak.

Ia menilai insiden yang terjadi setelah kebakaran di TPA Jatiwaringin tersebut menunjukkan adanya pola berulang yang mengindikasikan masih lemahnya tata kelola sampah saat ini.

"Ketika TPA terus terbakar, itu artinya sistem kita belum bekerja, khususnya sistem pengawasan dan penindakan di TPA. Saat ini kita terus disibukkan oleh upaya-upaya penanganan bencana TPA, seperti longsornya timbunan sampah dan kebakaran. Kita perlu melakukan intervensi segera dan tegas untuk mencegah terulangnya bencana di TPA di seluruh Indonesia," tegas Eddy, Sabtu .

Dalam berbagai kesempatan, Waketum PAN ini konsisten mengingatkan bahwa pendekatan pengelolaan sampah di Indonesia masih terlalu bertumpu pada landfill yang sudah tidak memadai. Menurutnya, tanpa transformasi kebijakan dan teknologi, kejadian serupa akan terus berulang.

"Indonesia menghasilkan sekitar 56 juta ton sampah setiap tahun dan sebagian besar masih berakhir di tempat pemrosesan akhir melalui sistem penimbunan," katanya.

"Kita tidak bisa lagi mengandalkan TPA sebagai solusi utama. TPA sudah over capacity, rawan kebakaran, dan menjadi sumber pencemaran. Kalau tidak ada perubahan mendasar maka situasi saat ini berpotensi menjadi krisis yang memuncak sewaktu-waktu dan merugikan masyarakat" lanjutnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini menegaskan percepatan implementasi teknologi Waste to Energy adalah solusi mengurangi volume sampah sekaligus bagian dari strategi ketahanan energi nasional.

"Kita tidak bisa terus bergantung pada sistem landfill yang sudah tidak memadai. WTE adalah salah satu solusi penanganan sampah dan kini tengah diimplementasikan secara luas. Selain mengurangi sampah secara signifikan, WTE juga menghasilkan energi terbarukan. Ini menjawab dua masalah sekaligus: krisis sampah dan kebutuhan energi bersih," jelasnya.

Selain solusi di hilir, Eddy juga menekankan pentingnya pembenahan dari hulu melalui pendekatan berbasis masyarakat. Ia pun konsisten mendorong penguatan edukasi publik, pengurangan sampah dari sumber, serta pengembangan ekonomi sirkular.

"Masalah sampah tidak akan selesai kalau hanya ditangani di TPA. Kuncinya ada di hulu. Rumah tangga harus mulai memilah, mengurangi, dan mengelola sampahnya sendiri. Pemerintah harus hadir dengan sistem yang mendukung itu," ujarnya.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis komunitas terbukti lebih berkelanjutan jika didukung oleh kebijakan yang tepat.

"Kita perlu membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah. Pembangunan infrastruktur sangat penting, tapi perilaku dan kesadaran kolektif juga harus terus diperkuat sebagai solusi bersama," kata Anggota Komisi XII DPR RI ini.

"Terakhir, mekanisme pengawasan di TPA, serta penindakan terhadap illegal dumping perlu diperkuat. Kita menghasilkan sampah jenis basah dari sisa makanan dalam jumlah besar. Gas methane yang dihasilkan sangat buruk untuk lingkungan dan mudah memicu terjadinya kebakaran. Oleh karenanya, saya meminta Pemda di seluruh Indonesia segera mengawasi TPA secara intensif untuk mencegah bencana kebakaran dan longsor yang telah berulang terjadi," pungkas Eddy.

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Kerugian JPO Tendean Miliaran Rupiah, Pemprov DKI Colek Perusahaan Pemilik Truk
  • Daftar Lokasi Kantong Parkir Konser Akbar Monas 2026
  • Pelajaran dari (Populisme) Argentina
  • BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun
  • Jaga Kondusivitas, Baliho HUT Sukoharjo Dipasang Tanpa Gambar Wajah Kepala Daerah
  • Daun Kelor Dilarang Dikonsumsi di Australia tapi Populer di Indonesia, Mengapa Bisa Demikian?
  • Tak Perlu ke Bengkel, Ini 3 Cara Cek Komstir Motor Sendiri di Rumah
  • Bayi Bernama MBG Tak Bisa Masuk KK, Cek Aturan Pemerintah Soal Nama
Konten Rekomendasi
  • Riau Bhayangkara Run Sukses Digelar, Jadi Magnet Sport Tourism
  • Menteri Pigai: Masyarakat Adat Hari Ini Menderita, karena Negara Belum Mengakui
  • Halte Kebon Sirih Ditutup hingga 20 Juli 2026 Imbas Pekerjaan Proyek MRT
  • Sarwendah Siap All Out Pertahankan Hak Asuh Anak
  • Membongkar Brankas Eks Bupati Sukoharjo: Ada Emas 2,5 Kg dan Gepokan Miliaran Rupiah
  • SMA Unggul Garuda Baru Mulai Beroperasi, Kemendikti Sambut Siswa di Konawe Selatan dan Bulungan