Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib!

Jelang JLFR Akhir Bulan Juli, Dishub DIY Perbolehkan Melintas Malioboro dengan Tertib

Waktu: 2026-07-29 17:13:11 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 493x

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pastikan tetap perbolehkan Jogja Last Friday Ride (JLFR) edisi Juli 2026 melintas di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kepastian tersebut dikeluarkan untuk meluruskan kekhawatiran dan wacana yang berkembang terkait pelarangan total aktivitas bersepeda di kawasan ikon Kota Yogyakarta itu.

​Kepala Dinas Perhubungan DIY, Chrestina Erni Widyastuti mengatakan pada prinsipnya Pemerintah DIY tidak mengeluarkan larangan terkait kegiatan JLFR itu.

Lanjut dia, seluruh pengguna jalan memiliki hak yang sama untuk memanfaatkan ruang publik termasuk rombongan JLFR yang rutin bersepeda tiap Jumat akhir bulan.

“Jadi, kalau ada anggapan kita melarang, itu tidak benar, karena semuanya punya hak," ujarnya, Senin (20/7/2026).

Wajib saling berbagi jalan

Ia menambahkan, bagi pengguna jalan wajib untuk saling berbagi dengan kendaraan lain.

"Bagaimana kita bisa memberikan hak kepada yang lain juga, terutama bagi pengguna (jalan) yang tidak bersepeda,” kata Erni.

“Semuanya harus berbagi tempat dan saling menghargai," imbuhnya.

Soal JLFR pada Juli ini, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkot Yogyakarta untuk merumuskan skema pengamanan dan penataan para pengendara sepeda.

Hal itu dibutuhkan karena daya tampung Jalan Malioboro yang terbatas sehingga para pesepeda diminta agar tidak memenuhi seluruh badan jalan.

Tujuannya agar kendaraan umum maupun pejalan kaki serta kendaraan lain di Malioboro bisa mendapatkan akses jalan.

​"Malioboro jalannya sempit ya, jangan sampai nanti memenuhi badan jalan,” kata dia.

Harus taat rambu lalu lintas

Ia juga mengimbau agar pesepeda taat dengan rambu-rambu lalu lintas yang berlaku di Kota Yogyakarta.

“Jangan sampai tidak mentaati. Kalau satu stuck, nanti crowded semua. Lampu merah, ya harus berhenti," tegasnya.

Nantinya Dishub tetap melakukan penjagaan tetapi bukan penjagaan ketat yang bersifat represif tetapi dalam bentuk pendampingan.

​"Bukan siaga ya, kita membersamai. Harapannya teman-teman yang bersepeda taat peraturan lalu lintas,” ujar Erni.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Kakek Tercebur Sumur di Ciseeng Bogor, Keluarga Panik-Lapor Damkar
  • Cuaca Jakarta Hari Ini: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Siang Hari
  • Pelaku Penembakan Brutal di Bar Canggu Ngaku Emosi karena Mabuk
  • AHY Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali, Transportasi Massal hingga Taksi Air
  • Gunung Lewotobi Meletus Lagi Minggu Siang, Tinggi Kolom Abu 1,5 Kilometer
  • WNI yang Kabur Tak Pamit Berangkat Korsel, Ibu Bingung Didatangi Pihak Travel
  • Mekeng: Obligasi Daerah Bukan Barang Baru, AS-Jepang Sudah Terbitkan
  • Modus Kurir Ojol Selesaikan Pesanan tapi Laptop Tak Sampai ke Warga Jakpus
Konten Rekomendasi
  • Terlibat Begal Motor, Pelajar SMP di Cianjur Ditangkap
  • Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal
  • Gempa M 7,3 Guncang Meksiko
  • Kasus Dugaan Mafia Tanah Sleman, BPN Ungkap Dua Sertifikat Mbah Lanjarsari Sudah Beralih Nama sejak 2010
  • Polisi: Jangan Lagi Gunakan Pikap untuk Angkut Penumpang
  • TNI Bentuk Tim Investigasi Usut Ledakan Gudang Amunisi di Madiun