Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas!

Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas

Waktu: 2026-07-29 17:10:41 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 152x

Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 21.643.511.079 per Jumat (17/7/2026).

Angka tersebut tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara nilai transkrip KDMP nasional sebesar Rp 56.800.611.996.

Berdasarkan data di Simkopdes, total KDMP yang beroperasi di Jawa Timur sebanyak 8.494 gerai. Dari ribuan gerai, produk yang paling tinggi mencetak transaksi yakni pupuk NPK Phonska dan pupuk urea N 46 persen.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut menjadi indikator bahwa koperasi bukan hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat.

Khofifah Targetkan KDMP Lebih Produktif

Saat ini, proses pembangunan gerai KDMP di Jawa Timur mencapai 84,11 persen. Tetapi, menurut Khofifah, tantangannya bukan lagi membentuk koperasi tetapi memastikan koperasinya berkembang.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ungkapnya.

Dia menegaskan, KDMP yang sudah beroperasi di setiap desa atau kelurahan di Jawa Timur, harus bisa memperkuat ekonomi warga sekitar. Tidak hanya gerainya, warganya juga harus diberdayakan.

“Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," katanya.

Khofifah juga menekankan bahwa keberadaan KDMP harus dibangun melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, bukan saling bersaing,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Khofifah optimistis capaian transaksi tersebut akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.

(Editor: Kesehatan)

Konten Terkait
  • Beras Termahal di Dunia Ada di Jepang, Capai Rp 1,8 Juta per Kg
  • Kemenag Sebut Tambahan Anggaran Rp 5,7 Triliun untuk TPG dan Dosen Sudah Disetujui Kemenkeu
  • 10 Contoh Jawaban Upaya Peningkatan Atasi Tantangan Tindak Lanjut di PMM, Guru Wajib Tahu
  • Anak 3 Tahun di Kota Serang Kecanduan Rokok, Kerap Pungut Puntung Lalu Diisap
  • Terungkap Modus Dugaan Penipuan Berkedok Tes TOEFL Saat MPLS di Yogyakarta, Begini Duduk Perkaranya
  • Volkswagen Berencana PHK 100.000 Karyawan, 4 Pabrik Terancam Tutup
  • Frenkie de Jong Cedera, Hansi Flick Siap Coba 6 Pemain Muda Barcelona
  • 164 Siswa Disabilitas Kunjungi Istana, Seskab: Semua Anak Berhak Bermimpi
Konten Rekomendasi
  • Wisata Ancol Gratis untuk Lansia 60 Tahun ke Atas Sampai 31 Juli, Cek Syaratnya!
  • Korban Tewas Gempa Venezuela Bertambah Jadi 5.069 Jiwa
  • Polisi Bakar 22 Rakit Tambang Emas Ilegal di Kuansing Riau
  • Prabowo: RI Punya Sistem Perlindungan Sosial, Salah Satu Terkuat di Dunia
  • Final Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor, Tiket Tembus Rp 1 Miliar, Efek Messi dan Yamal?
  • Memanas! AS Gempur Kota Pembangkit Nuklir Iran