Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas!

Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas

Waktu: 2026-09-12 18:58:29 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Hiburan Dibaca: 152x

Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat nilai transaksi operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebesar Rp 21.643.511.079 per Jumat (17/7/2026).

Angka tersebut tertinggi di antara seluruh provinsi di Indonesia. Sementara nilai transkrip KDMP nasional sebesar Rp 56.800.611.996.

Berdasarkan data di Simkopdes, total KDMP yang beroperasi di Jawa Timur sebanyak 8.494 gerai. Dari ribuan gerai, produk yang paling tinggi mencetak transaksi yakni pupuk NPK Phonska dan pupuk urea N 46 persen.

Menurut Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, capaian tersebut menjadi indikator bahwa koperasi bukan hanya telah terbentuk secara kelembagaan, tetapi mulai menjalankan fungsi ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tingginya nilai transaksi ini menandakan aktivitas ekonomi di tingkat desa telah mulai bergerak dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” kata Khofifah, Jumat.

Khofifah Targetkan KDMP Lebih Produktif

Saat ini, proses pembangunan gerai KDMP di Jawa Timur mencapai 84,11 persen. Tetapi, menurut Khofifah, tantangannya bukan lagi membentuk koperasi tetapi memastikan koperasinya berkembang.

“Target kita bukan hanya banyak koperasinya, tetapi koperasinya benar-benar hidup, produktif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa,” ungkapnya.

Dia menegaskan, KDMP yang sudah beroperasi di setiap desa atau kelurahan di Jawa Timur, harus bisa memperkuat ekonomi warga sekitar. Tidak hanya gerainya, warganya juga harus diberdayakan.

“Koperasi harus hadir memperkuat UMKM, memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga desa," katanya.

Khofifah juga menekankan bahwa keberadaan KDMP harus dibangun melalui kolaborasi dengan pelaku usaha lokal, termasuk UMKM, BUMDes, kelompok tani, kelompok nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.

“Sehingga tercipta ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, bukan saling bersaing,” ujar mantan Menteri Sosial tersebut.

Khofifah optimistis capaian transaksi tersebut akan terus meningkat seiring semakin optimalnya operasional koperasi di seluruh desa dan kelurahan di Jawa Timur.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Baju Biru Dongker Cocok dengan Jilbab Warna Apa? Ini 43 Kombinasinya
  • Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Diminta Cium Kaki Orangtua, PPIS Unesa Beri Penjelasan
  • Legenda Spanyol Justru Berharap Hadapi Inggris di Final Piala Dunia, Mengapa?
  • Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR
  • Kucing-kucing Penghuni Stasiun dan Ledakan Populasi yang Terus Bertambah
  • Kontribusi Besar LALIGA di Final Piala Dunia 2026, Sumbang 24 Pemain!
  • Halte Kebon Sirih Arah Kota Akan Ditutup 3 Hari, TJ Siapkan Alternatif
  • Balik Nama Sertifikat Tanah Selesai Maksimal 10 Hari Lewat Sistem FIFO
Konten Rekomendasi
  • Prabowo Mau Bangun 12 Kota Satelit Baru, Satu Kota Luasnya 200 Hektar
  • Polisi Ungkap Sosok Pelaku Pemicu Rangkaian Pemerkosaan Gadis Sampang
  • Eggi Sudjana Bangga dengan Prabowo soal Penanganan Kasus Febrie Adriansyah
  • Liburan ke Jepang Makin Mahal, Pajak Keberangkatan Naik 3 Kali Lipat
  • AS Resmi Patok Tarif Impor 25 Persen untuk Brasil Mulai 22 Juli
  • Waketum Golkar Wihaji Terpilih Aklamasi Jadi Ketum MKGR