Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas!

Ejekan Messi Gagal Penalti Berujung Pria Bangladesh Tewas

Waktu: 2026-07-29 18:11:13 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 213x

Seorang pria di Bangladesh tewas setelah menjadi korban pengeroyokan yang diduga dipicu karena ejekan terkait kegagalan Lionel Messi mengeksekusi penalti. Insiden yang diawali dari perdebatan mengenai sepak bola berujung hilangnya nyawa korban.

Berdasarkan laporan media di Bangladesh, Mohammed Shariful Islam, 35 tahun, tewas setelah keributan memuncak saat menonton pertandingan Piala Dunia Argentina-Mesir di sebuah warung teh di Cumilla, Bangladesh.

Dalam pertandingan Argentina vs Mesir pada Selasa lalu, Yasser Ibrahim mencetak gol melalui sundulan pada menit ke-15. Messi memiliki kesempatan untuk menyamakan kedudukan pada menit ke-21 tetapi gagal mengeksekusi penalti, setelah kiper Mostafa Shobeir melakukan penyelamatan gemilang.

Menurut laporan di The Daily Star, Shankar Kumar Das, penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, mengatakan bahwa pertengkaran terjadi setelah Messi gagal mengeksekusi penalti.

Seorang saksi mata mengatakan setelah kegagalan Messi tersebut, Shariful mengejek para pendukung Argentina.

"Bapakmu enggak bisa cetak gol ," ujar saksi itu menirukan Shariful.

Situasi pun berubah jadi "panas". Penanggung jawab Pos Polisi Nazira Bazar, Shankar Kumar Das, mengatakan saat perdebatan memanas dan berubah menjadi perkelahian, dua warga lokal yang diidentifikasi sebagai Babu dan Main Uddin Malu, diduga memukul kepala Shariful.

Shariful kemudian diselamatkan oleh warga setempat dan dibawa ke Rumah Sakit Perguruan Tinggi Kedokteran Cumilla, di mana ia dinyatakan meninggal.

Laporan lain di media Prothom Alo, mengutip warga setempat dan saksi, mengatakan Shariful, seorang pengemudi becak motor, mendukung Mesir selama pertandingan itu.

Istrinya, Beauty Banu, sangat berduka. "Bagaimana mungkin orang membunuh seseorang hanya karena pertandingan sepak bola? Saya punya dua anak perempuan. Siapa yang akan mereka panggil ayah sekarang? Kedua anak perempuan saya telah menjadi yatim piatu," kata sang istri.

"Saya menginginkan hukuman terberat bagi mereka yang membunuh suami saya. Saya adalah wanita miskin dan tak berdaya. Bagaimana saya akan membesarkan kedua anak perempuan saya sekarang? Seluruh keluarga saya telah hancur," ujarnya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Bupati Pati Nonaktif Sudewo Akui Pernah Minta Jatah Proyek Nur Widayat Naik Jadi 30 Persen, Ini Alasannya
  • Waduk Delingan Karanganyar Menyusut Jadi Spot Berburu Sunset dan Berkah Petani Musiman
  • KM Nurul Salsa yang Tenggelam di Selayar Over Kapasitas, Nahkoda  Diamankan Polisi
  • Klinik Morula IVF 28 Tahun, Saat Teknologi Reproduksi Buka Jalan Menjadi Orangtua
  • Gempa M 4,8 Guncang Sukabumi, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
  • Lahan Cengkeh dan Durian 3,5 Hektare di Gayam Trenggalek Terbakar, Damkar Butuh 3 Jam Padamkan Api
  • Hujan Deras Guyur Pekanbaru, Jalan Sudirman Banjir dan Macet
  • Pertalite Eceran di Medan Tembus Rp 25.000 per Botol, Ini Kata Pertamina
Konten Rekomendasi
  • 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka
  • Lagi, KPK Amankan Dua Koper Hitam dari Ruangan Kepala BPKAD Sukoharjo
  • Disnaker Jabar Ungkap Hasil Pemeriksaan 11 Pabrik Kapur di Cipatat, Temukan Pelanggaran BPJS hingga K3
  • Taktik Kasar Argentina Rusak Laga Final Piala Dunia, Spanyol Dinilai Layak Menang
  • Mahalnya Piala Dunia 2026, Biaya Parkir Tembus Rp 12 Jutaan
  • 9 Barista Muda Bertanding di Starbucks Championship 2026