Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal!

Prabowo Tekankan Digitalisasi Pemerintahan, Singgung Kartu Identitas Tunggal

Waktu: 2026-07-29 17:10:47 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 471x

Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya digitalisasi pemerintahan dalam meningkatkan pelayanan publik.

Ia menegaskan, transformasi digital harus membuat masyarakat tidak lagi dibebani proses birokrasi yang berbelit dalam mengurus sesuatu.

"Seluruh pelayanan yang memungkinkan harus tersedia secara digital. Rakyat tidak perlu mengantre berjam-jam. Rakyat tidak perlu berpindah dari kantor ke kantor. Pemerintah harus datang kepada rakyat melalui teknologi. Saya ingin Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia," ujar Prabowo dalam taklimatnya di Sidang Kabinet Paripurna, dikutip dari siaran Youtube Sekretariat Presiden, Senin (20/7/2026).

Percepatan digitalisasi pemerintahan, kata Prabowo, merupakan upaya strategis dalam menghadirkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat.

"Digitalisasi pemerintahan mutlak harus kita lakukan. Kita tidak boleh mempunyai puluhan aplikasi yang tidak saling berbicara. Kita tidak boleh meminta rakyat berkali-kali memasukkan data yang sama. Kita tidak boleh membiarkan rakyat mengeluarkan uang hanya untuk membuktikan bahwa dirinya miskin," ujar Prabowo.

Salah satu bentuk transformasi digital telah diterapkan pemerintah dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).

Berdasarkan laporan Dewan Ekonomi Nasional (DEN), sebanyak 43 kabupaten/kota telah menerapkan digitalisasi dalam pendataan penerima manfaat.

"Sebelumnya untuk mengurus berbagai dokumen dan mendaftar bantuan, sebuah keluarga dapat mengeluarkan biaya sekitar Rp150.000. Sekarang proses itu dapat dilakukan secara gratis. Ini manfaat langsung dari digitalisasi, tapi tentunya kita harus melangkah lebih jauh," ujar Prabowo.

Wacanakan Kartu Identitas Tunggal

Lanjutnya, digitalisasi harus diikuti dengan integrasi berbagai basis data pemerintah agar pelayanan publik makin tepat sasaran.

Integrasi tersebut mencakup data sosial, kependudukan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perumahan, hingga data penerima bantuan dengan tetap mengedepankan perlindungan keamanan data.

"Jangan sampai ada orang mampu menerima bantuan karena datanya tidak diperbarui. Jangan sampai ada keluarga miskin tidak menerima bantuan hanya karena tidak mengenal pejabat atau tidak memahami birokrasi," tegas Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyinggung kartu identitas tunggal atau single national identity card.

"Saya berharap nanti single national identity card bisa dieksekusi, bisa diimplementasi dengan sebaik-baiknya. Kita terus sederhanakan peraturan-peraturan menteri dan sebagainya," ujar Prabowo.

Ia pun kembali menekankan pentingnya menyederhanakan birokrasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

"Saya tegaskan di sini, kita harus sederhanakan pemerintahan. Kita akan mulai melaksanakan atau sudah merintis ke arah digitalisasi pemerintahan, dengan GovTech, dengan program-program lainnya," tegas Prabowo.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • OTT KPK, Pemkab Lombok Barat Pastikan Administrasi Pemerintahan Tetap Berjalan
  • Pesan Kepala BKN Zudan Arif untuk ASN: Pengabdian Sunyi, Bangsa yang Tumbuh
  • Krisis Air Bersih Melanda 22 Desa di Banjar Kalsel, Sumur Warga Mulai Mengering
  • Dominik Szoboszlai Perpanjang Kontrak di Liverpool hingga 2031
  • Dedi Mulyadi Tegas Tolak Usulan DPRD Jabar Reaktivasi SPP SMA/SMK Negeri, Sekolah Gratis Tetap Berlaku
  • Promo Indomaret Periode 17-22 Juli 2026, Camilan Berbagai Merk Diskon 30 Persen
  • Geledah Kantor Bupati dan Dinas di Sukoharjo, KPK Sita Uang hingga Perhiasan
  • KPK Dalami Tujuan Bupati Kuansing Beri Amplop ke Menhut Raja Juli
Konten Rekomendasi
  • Jajal BYD M6 DM PHEV di Jalur Tanjakan Jabar, Ini Hasilnya
  • Seberapa Berisiko Langkah Iran Gandakan Tekanan Lewat Hormuz?
  • Jaksa Cecar Anak Buah Eks Ketua Ombudsman soal Atensi
  • "Smart Money" Cabut Rp 317 Miliar dari Saham RANS, JELI Rp 98 Miliar, Ada Apa?
  • Liga Aspal Menteng Ubah Gang Sempit Jadi Panggung Bibit Sepak Bola
  • Mobil Pelat Dinas TNI Terbakar di Senen Jakpus, Diduga Akibat Korsleting