Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran!

Wapres AS Beberkan Upaya Israel Gagalkan Kesepakatan dengan Iran

Waktu: 2026-07-29 17:08:35 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Wisata Dibaca: 519x

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan bahwa sejumlah anggota pemerintahan Israel telah berupaya mempengaruhi opini publik Amerika untuk menentang kesepakatan awal antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang.

Pernyataan terbaru Vance itu, seperti dilansir Reuters, Jumat , disampaikan dalam podcast dengan Joe Rogan yang diposting pada Rabu waktu setempat.

Komentar tersebut menegaskan kembali kritikan Vance, yang dipandang banyak pihak sebagai calon presiden AS di masa depan, terhadap kebijakan pemerintah Israel.

Vance membela kesepakatan awal yang dicapai AS dan Iran bulan lalu, dalam upaya mengakhiri pertempuran. Kesepakatan itu menuai kecaman dari berbagai pihak di AS dan Israel, karena dianggap gagal membendung program nuklir Teheran, dan tidak membuka jalan yang jelas untuk memusnahkan fasilitas nuklir Iran. Juga dianggap membatasi pergerakan pasukan Israel dalam perang melawan Hizbullah di Lebanon.

"Saya mengetahui tanpa keraguan sedikit pun bahwa ada orang-orang di dalam pemerintahan Israel yang berupaya, katakanlah, benar-benar mengalihkan perhatian kita dari kebijakan tersebut karena mereka ingin melanjutkan kampanye militer," ucap Vance dalam podcast tersebut.

Vance mengatakan bahwa meskipun dirinya memiliki "hubungan baik" dengan beberapa anggota pemerintahan Israel, ada sejumlah pihak yang melakukan "manipulasi" terhadap opini publik AS demi menggagalkan kesepakatan dengan Iran.

"Ada orang-orang di dalam sistem mereka, yang kita ketahui tanpa keraguan, sedang memanipulasi dan berupaya mengubah opini publik Amerika agar perang terus berlangsung tanpa batas waktu," cetus Wapres AS tersebut.

Lebih lanjut Vance menyebut banyak negara, baik sekutu maupun musuh, berusaha mempengaruhi kebijakan AS. Dia mengakui tidak keberatan jika Israel, bahkan Rusia atau negara-negara lainnya, mencoba melakukan hal semacam itu, karena hal tersebut merupakan "bagian tak terpisahkan dari peran sebagai pemimpin politik tahun 2026".

"Yang membuat saya keberatan adalah ketika operasi, atau kampanye pengaruh tersebut, benar-benar mempengaruhi penilaian politik Amerika," ucap Vance.

Vance sebelumnya mengkritik keras pihak-pihak di Israel yang menentang kesepakatan AS-Iran yang diteken pada Juni lalu. Dia menegaskan bahwa Presiden AS Donald Trump merupakan satu-satunya sekutu Israel, dan menyinggung besarnya bantuan pertahanan AS untuk Israel.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai apakah AS akan tetap terlibat dalam perang melawan Iran seandainya tidak ada pengaruh dari Israel, Vance menjawab: "Iya, menurut saya begitu."

"Saya pikir Presiden, terlepas dari pengaruh apa pun dari Israel, sangat meyakini, dan sekali lagi saya sependapat dengan hal ini, bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Vance.

Tonton juga video "Trump: Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan, Tak Senang Tindakan AS"

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Telur Ceplok atau Dadar, Mana yang Lebih Sehat?
  • Eri Cahyadi Sidak Kuliner Malam di Jalan Kedungdoro, Minta Tempat Parkir Dipindah
  • Kebakaran Landa Gunung Biru di Mojokerto, Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup Sementara
  • Menilik Maraknya Rasuah di Daerah
  • BBM Apa yang Cocok untuk Mitsubishi XForce HEV?
  • Konflik di Adonara NTT Telan Korban Jiwa, Anggota DPR Dorong Usut Tuntas
  • Mengapa Teror di Sekolah Kian Muncul? Sosiolog UNP Soroti Persoalan Lingkungan Sosial yang Tak Sehat
  • ART di Tulungagung Curi Emas Majikan Senilai Rp 20 Juta, Tak Ditahan karena Menyusui
Konten Rekomendasi
  • 10 Makanan Penutup Terenak di Indonesia Versi TasteAtlas
  • Rano Karno: Jakarta Harus Jadi Kota Tempat Orang Berpendapat Tanpa Rasa Takut
  • Karhutla 5 Hektare di Kubu Raya, Satgas Berjibaku Padamkan Api Dekat Bandara Supadio
  • Dilaporkan Lagi atas Dugaan Pencemaran Nama Baik, Roy Suryo: Enggak Apa-apa
  • Pengeluaran Gen Z Jakarta Tembus Rp 11,9 Juta, PayLater Jadi Penolong atau Beban?
  • Anggota Komisi III DPR: Penetapan Tersangka Febrie Tak Harus Izin Presiden