Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah!

Satgas PRR Dorong Penguatan Tanggul Sungai Pascabanjir Tapanuli Tengah

Waktu: 2026-07-29 18:07:40 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 219x

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah pada Sabtu menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, khususnya Kecamatan Tukka. Banjir dipicu oleh curah hujan tinggi yang berlangsung lebih dari satu setengah jam sehingga menyebabkan debit air sungai meningkat dan meluap ke pemukiman warga.

Luapan sungai juga membawa sedimen yang menghambat aliran air di beberapa titik, termasuk pada akses jembatan yang menjadi penghubung aktivitas masyarakat.

Meski genangan air telah berangsur surut dan penanganan darurat berlangsung cepat, Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menilai langkah mitigasi permanen perlu segera dipersiapkan agar kejadian serupa tidak terus berulang.

Koordinator Wilayah Sumatera Utara Satgas PRR Brigjen TNI Fadjar Tjahjono menjelaskan penanganan darurat telah dilakukan secara cepat melalui kolaborasi pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait.

Sedimen yang menumpuk di sekitar jembatan segera dibersihkan menggunakan alat berat sehingga akses masyarakat dapat kembali berfungsi. Hal itu diungkapkan olehnya di Jakarta, hari ini.

"Langkah mitigasi yang harus kita lakukan adalah memperkuat tanggul di sepanjang aliran sungai. Sedimen yang diangkat tidak cukup hanya ditumpuk kembali, tetapi tanggul perlu diperkuat dengan batu atau bronjong sehingga saat debit air meningkat, lumpur tidak kembali masuk ke permukiman," ujar Fadjar dalam keterangan tertulis, Senin .

Satgas PRR kini mengonsolidasikan langkah-langkah mitigasi bersama pemerintah daerah sebagai tindak lanjut penanganan darurat. Penguatan tanggul, penataan daerah aliran sungai, serta perlindungan titik-titik rawan luapan menjadi prioritas agar penanganan tidak berhenti pada pembersihan pascabanjir, tetapi berlanjut menjadi solusi yang lebih permanen dan berkelanjutan.

Fadjar menambahkan pemerintah telah menyediakan dukungan anggaran untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi. Karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengoptimalkan pelaksanaan program mitigasi sesuai kebutuhan di lapangan sehingga risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.

Sementara itu, selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak di Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.

Dinas Sosial Kabupaten Tapanuli Tengah juga membuka dapur umum di Aula Gereja HKBP Sipange untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 67 kepala keluarga atau sekitar 223 jiwa terdampak banjir dan sempat mengungsi sebelum kondisi berangsur membaik," tutupnya.

Lihat juga Video 'Banjir Bandang Kembali Terjang Tapteng, Bawa Material Kayu':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • 4 Orang Tewas dalam Kecelakaan Maut Sibolangit, Sopir Truk Jadi Tersangka
  • Resep Telur Puyuh Kecap Ala Korea, Lauk Sederhana dengan Bumbu Meresap
  • Siapa dan Kenapa Slavko Vincic Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026 Spanyol Vs Argentina?
  • Stadion Si Jalak Harupat Jadi Venue Piala Presiden 2026, Polisi Siapkan Pengamanan Ketat
  • Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
  • Masyarakat Tidak Mampu Bisa Dapat Layanan Hukum dengan Tarif Rp 0
  • Cari Pembuang Bayi di Semak-semak Bekasi, Polisi Periksa 4 Saksi
  • BBM Apa yang Cocok untuk Mitsubishi XForce HEV?
Konten Rekomendasi
  • KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar Sulsel: 49 Selamat, 1 Meninggal, dan 24 Masih Dicari
  • Indonesia Siapkan 6 Bandara Hub untuk Perkuat Rute ASEAN-China
  • Pramono Serahkan Proses Ganti Rugi JPO Tendean ke Dinas Terkait dan Penegak Hukum
  • Janji Shin Tae-yong di Persija Demi Masa Depan Sepak Bola Indonesia
  • Balas Trump, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
  • PMI Bank Indonesia Turun ke 51,43, Industri Manufaktur Masih Bertahan di Zona Ekspansi