Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru!

2 Sekolah Rakyat di Banyuwangi Dilebur, Siswa Bakal Tempati Gedung Baru

Waktu: 2026-09-12 18:45:28 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 909x

Memasuki tahun ajaran baru 2026/2027, dua Sekolah Rakyat di Banyuwangi yang terletak di dua lokasi yaitu Gedung Balai Diklat di Desa Licin dan Gedung BPVP di Muncar, akan dilebur menjadi satu.

Kedua Sekolah Rakyat tersebut dijadwalkan segera menempati gedung baru di Desa Blambangan, Kecamatan Muncar pada Agustus 2026.

Saat ini, pembangunan sekolah yang berdiri di atas lahan seluas 7 hektare tersebut telah mencapai 88 persen dan ditargetkan rampung pada 30 Juli 2026.

"Alhamdulillah, progres pembangunan setiap gedung sudah mencapai 85-90 persen. Jika pembangunan sesuai target, Insya Allah Agustus nanti gedung ini sudah bisa ditempati para siswa," kata Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk orangtua dan calon siswa, Selasa (14/7/2026).

Mujiono mengatakan, kehadiran gedung baru tersebut menjadi wujud komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan gratis berasrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Di Sekolah Rakyat, siswa tidak hanya belajar ilmu pengetahuan umum, namun juga berfokus pada pembentukan karakter dan pelatihan keterampilan mereka.

"Bapak Presiden ingin memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Dengan ilmu dan keterampilan yang didapat, para siswa diharapkan dapat mengangkat derajat ekonomi keluarga mereka," ujarnya.

Mujiono bersyukur, anak-anak dari Sekolah Rakyat saat ini sudah lebih percaya diri, lebih semangat, dan optimis untuk meraih cita-citanya.

Bahkan, menurut dia, beberapa sudah ada yang lulus. Ada yang melanjutkan ke perguruan tinggi dan ada juga yang langsung bekerja di salah satu perusahaan ternama yakni Toyota.

Kepala Sekolah Rakyat Banyuwangi jenjang SD-SMP, Winarno, menjelaskan bahwa mulai hari ini, dua Sekolah Rakyat rintisan di Banyuwangi melebur menjadi satu dengan nama Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi.

"Gedung baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi akan menjadi pusat kegiatan belajar bagi seluruh siswa SR di Banyuwangi yang sebelumnya berada di dua lokasi berbeda," ungkapnya.

Saat ini, SRT 1 Banyuwangi memiliki sembilan rombongan belajar (rombel). SRT 46 Muncar terdiri atas empat rombel SD dan SMA, sementara SRT di Licin terdiri dari lima rombel jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pada tahun ajaran baru ini, Sekolah Rakyat juga menerima siswa baru sebanyak sembilan rombel, masing-masing tiga rombel untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.

"Seluruh siswa dijadwalkan mulai menempati kompleks sekolah baru tersebut setelah pembangunan rampung dan sarana pendukung dinyatakan siap digunakan," pungkasnya.

(Editor: Pendidikan)

Konten Terkait
  • Kasus Pemerkosaan Anak di Sampang, Polisi Dalami Grup "Teh Gembul" Buatan Para Tersangka
  • Febrie Adriansyah Tersangka Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Alasannya
  • 10 Negara dengan Anggaran Pendidikan Tertinggi dan Terendah, Indonesia di Bawah Vietnam
  • Kandang Ayam Besar di Dekat Perumahan, Bagaimana Aturannya?
  • KPK soal Kejagung Bentuk Tim Penyidik Khusus Kasus Febrie: Progres Positif
  • Pelajar Bom Sekolah Diduga Di-Bully, Sekolah Dinilai Harus Ada Sistem Anti-perundungan
  • Bagaimana Mengukur Jejak Maut Gelombang Panas di Jerman?
  • Kronologi 2 Anggota DPRD Riau Cekcok hingga Berujung Baku Hantam Massa Simpatisan
Konten Rekomendasi
  • 29.830 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Digembleng, Pemerintah Kejar SDM Siap Kelola Ekonomi Desa
  • Ayah Tiri di Sampang Perkosa Anak, Korban Diselamatkan Paman dan Bibi setelah Dituduh Bohong oleh Ibunya
  • Penganiayaan di Gunung Sibayak: Satu Anak 17 Tahun Tewas, 6 Remaja Lain Luka-luka
  • BMKG Ungkap Penyebab Suhu Dingin di Bandung, Lembang Capai 13,4 Derajat Celcius
  • Polisi Ungkap Tersangka Sempat Bertanya ke AI Usai Buat ASN BPN Nias Tewas Jatuh dari Apartemen Medan
  • Santriwati Cabut Pengakuan Dihamili Kiai Pekalongan, Ini Fakta Baru Kasus Padang Ati