Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Menkes Minta Tata Kelola Blokir Anggaran Diperbaiki!

Menkes Minta Tata Kelola Blokir Anggaran Diperbaiki

Waktu: 2026-09-12 18:57:14 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Pendidikan Dibaca: 399x

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta mekanisme pemblokiran anggaran diperbaiki. Budi mengungkapkan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan pada 2025 hanya mencapai 42,9 persen atau terendah dalam sejarah.

Hal itu disampaikan Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin . Menurut dia, rendahnya realisasi itu terjadi lantaran ada anggaran senilai Rp 12,3 triliun yang diblokir sehingga tak bisa dipakai.

"Memang pencapaian Kemenkes tahun 2025 itu terendah dalam sejarah, 42,9%. Penyebabnya kenapa? Karena anggarannya dikasih itu diblokir Rp 12,3 triliun. Jadi tidak bisa dipakai anggarannya. Dikasih anggaran, tapi tidak bisa kita dipakai, ya, tidak bisa kita cairkan," kata Budi.

"Kalau kita hilangkan blokir ini dari angka, sebenarnya realisasinya tetap di atas 90%, yaitu 93% ya, 93%. Masih lebih baik dari tahun 2022," sambungnya.

Dia menjelaskan, pemblokiran anggaran paling besar terjadi pada program kesehatan lanjutan, kesehatan primer, Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan, serta program pencegahan dan pengendalian penyakit . Dia mengatakan pemblokiran itu berakibat realisasi rendah.

Dia lantas meminta agar mekanisme pemblokiran anggaran diperbaiki. Menurut dia, anggaran yang diblokir sebaiknya tak lagi dihitung sebagai anggaran yang telah diberikan kepada kementerian.

"Sampai saat ini kita ke depannya juga mau lebih terbuka ke Kementerian Keuangan. Kalau diblokir, jangan dibilang itu dikasih anggarannya, dong. Lebih baik di Juni ditarik aja kalau mau. Jadi jangan seakan-akan anggarannya tinggi tapi kita nggak bisa pakai," jelasnya.

"Karena even sebagian pun penyerapan kita ada yang agak terlambat karena blokirnya baru dibuka bulan November sehingga ya nggak punya waktu kita untuk bisa merealisasikan anggaran tersebut," sambungnya.

Dia pun meminta Kemenkeu memperbaiki tata kelola pemblokiran anggaran agar kondisi serupa tidak terulang. Dia mengatakan, jika anggaran tidak akan digunakan, sebaiknya diputuskan paling lambat pada Juni atau September.

"Kalau memang ingin ditarik, nggak apa-apa ditarik. Tapi kalau bisa Juni lah ditarik, atau September ditarik, agar teman-teman di DPR Komisi IX juga memahami gitu, memahami karena kita nggak selalu bisa rutin meng-update ada yang diblokir atau tidak kan, ada yang diblokir atau tidak," ungkap Budi.

"Jadi saya minta kalau memang nggak bisa ditarik, tolong ditarik dari anggaran kita Juni atau September, sehingga teman-teman di DPR juga paham," imbuhnya.

Simak juga Video 'Menkes Ungkap Alasan Dana Rp 20 T BPJS Belum Cair':

[Gambas:Video 20detik]

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Heboh Dugaan Aliran Sesat di Indramayu Bermodus Pengobatan, MUI Turun Tangan
  • Kapan Waktu Terbaik Minum Kopi agar Tak Mengganggu Tidur? Ini Jawaban Dokter
  • Ekspor Salak Bali ke Vietnam Masih Terkendala Legalitas, Barantin Janji Bentuk Tim
  • Promo JSM Alfamart Hari Ini 18 Juli 2026, Minyak Goreng Turun Harga Mulai Rp 40.000-an
  • Viral Dipakai untuk Jerawat, Dokter Ungkap Fungsi Sebenarnya Cairan Infus di Klinik Kulit
  • Bentrok Warga di Flores Timur Diduga Dipicu Sengketa Tanah Kopdes Merah Putih, 3 Orang Tewas
  • Siap-siap! Masyarakat Indonesia Berkesempatan Lihat dan Jajal Perdana E-Motorcycle VinFast
  • Krisis Moneter Asia 1997: Awal Runtuhnya Keajaiban Ekonomi Asia
Konten Rekomendasi
  • Mayoritas Warga AS Perkirakan Perang Iran Akan Lama
  • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
  • BMKG Beberkan Penyebab Hujan Es di Krayan, Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Susulan
  • Mentan Lapor ke Prabowo Petani Sudah Tak Menjerit Lagi Usai Impor Tetes Tebu Dihentikan
  • Faiq Pedagang Kambing di Kota Batu Santai Ramai Disebut Mirip Yesus
  • Transaksi KDMP di Jatim Tembus Rp 21 Miliar, Khofifah Targetkan Tingkatkan Produktivitas