Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi!

58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi

Waktu: 2026-07-29 17:10:43 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 139x

BANYUMAS, KOMPAS.com – Sebanyak 58 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, dilaporkan nekat berdiri di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

Temuan pelanggaran tata ruang tersebut mengemuka secara langsung saat digelarnya rapat koordinasi dan monitoring bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait agenda pemantauan lapangan pengendalian alih fungsi lahan sawah dan pengelolaan sampah yang berlangsung di Kantor Bupati Banyumas pada Kamis (16/7/2026).

Dalam paparan resminya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, membeberkan bahwa hingga saat ini tercatat ada total 182 gerai KDKMP yang telah selesai dibangun secara fisik di wilayah Banyumas.

"Rinciannya, 124 lokasi dinyatakan telah sesuai dengan tata ruang, sedangkan 58 lokasi lainnya berada di atas lahan sawah yang tidak sesuai tata ruang dengan total luas mencapai 6,26 hektare," ungkap Kresnawan transparan.

Kresnawan memaparkan, total Lahan Baku Sawah (LBS) yang ada di seluruh wilayah kerjanya saat ini tercatat seluas 30.421,40 hektare. Dari luasan tersebut, area pertanian yang telah resmi ditetapkan menjadi Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) atau lahan sawah dilindungi adalah seluas 27.000 hektare.

Bagian dari 15 Aksi Strategis KPK

Di lokasi yang sama, Koordinator Harian Strategi Nasional Pencegahan Korupsi KPK, Didik Mulyanto, menjelaskan bahwa kunjungan resmi tim KPK ke Kabupaten Banyumas ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan 15 aksi strategis nasional pencegahan korupsi yang saat ini sedang berjalan di seluruh Indonesia.

Salah satu fokus utama dalam kegiatan monitoring berkala ini adalah pengetatan pengendalian alih fungsi lahan sawah produktif, yang dinilai memiliki peran sangat krusial dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Salah satu fokus utamanya adalah pengendalian alih fungsi lahan yang dinilai krusial bagi masa depan pangan Indonesia," jelas Didik di hadapan jajaran Pemkab Banyumas.

Didik menambahkan, selain mengawal pelaksanaan 15 kegiatan strategis tersebut, timnya juga menaruh perhatian yang sangat khusus terhadap keselarasan program prioritas Presiden, di antaranya urusan menjaga pasokan pangan serta mendorong koperasi daerah untuk terus berkembang.

"Kami ingin melihat langsung bagaimana kondisi di lapangan karena menyangkut dua program prioritas Presiden yang sangat penting, yaitu menjaga ketersediaan pangan di satu sisi dan mendorong perkembangan koperasi di sisi lain," kata Didik menegaskan maksud kedatangan timnya.

Menyerap Informasi

Terkait dengan hasil monitoring sementara di Banyumas, Didik menyampaikan bahwa saat ini tim dari KPK masih berada pada tahap awal pengumpulan data sekunder serta penyerapan informasi langsung dari jajaran pemerintah daerah.

"Sementara ini kami masih fokus menyerap informasi dan memetakan kondisi di lapangan. Aturannya lumayan banyak sehingga pemetaan yang matang sangat diperlukan," ujar Didik.

Seluruh hasil pemetaan taktis dan serapan informasi dari berbagai daerah di Indonesia ini nantinya akan segera dibawa oleh tim KPK ke tingkat pusat untuk dijadikan sebagai bahan koordinasi formal lintas kementerian dan lembaga negara.

"Data tersebut akan menjadi bahan koordinasi tingkat pusat guna merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran, sehingga programnya dapat berjalan paralel," kata Didik mengakhiri penjelasannya.

(Editor: Bisnis)

Konten Terkait
  • Pakai Dana APBN, Revitalisasi Kawasan Keraton Solo Sasar 13 Titik
  • Pemkab Tanah Datar Gandeng Kejari Kawal Dana TKD Rp 126,87 M
  • Bus Sinar Jaya Terguling Usai Hantam Truk di Brebes, 4 Orang Terluka
  • Tidak Cocok dengan Micky van de Ven, Barcelona Fokus Cari Penyerang Baru
  • Strategi Timnas Voli Putra Indonesia Lawan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
  • Cegah Calo, Pendaftaran Magang Nasional 2026 Pakai Verifikasi Biometrik
  • Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
  • Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam
Konten Rekomendasi
  • Harga Daging Sapi Naik, Pedagang Bakso di Lamongan Dilema Hendak Naikkan Harga
  • PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
  • Komisi IX DPR Siapkan Panja Tata Kelola MBG, Fokus Benahi Roadmap
  • Aliansi Masyarakat Adat Desak DPRD NTT dan Kapolri Evaluasi Hasil Seleksi Akpol 2026
  • Burnham Telepon Trump Usai Resmi Jadi PM Inggris, Ini yang Dibahas
  • Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar