Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik!

KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik

Waktu: 2026-09-12 18:56:58 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Berita Dibaca: 595x

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah barang bukti dari penggeledahan yang dilakukan di Rumah Dinas (Rumdin) Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Juru bicara (jubir) KPK, Budi Prasetyo mengatakan, penggledahan itu dilakukan pada Selasa (14/7/2026) hingga Rabu (15/7/2026).

Dalam penggledahan itu, KPK menyita barang bukti berupa uang hingga perhiasan.

"Barang bukti yang diamankan dalam rangkaian penggeledahan tersebut, di antaranya dalam bentuk uang, baik rupiah maupun valas, serta perhiasan di Rumah Dinas Bupati," ujar Budi saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

Namun perihal nilai total dari barang bukti tersebut, pihaknya belum dapat menyampaikan.

"Belum (ada nilai total)," kata Budi.

Pada Kamis (16/7/2026), KPK kembali melakukan penggeledahan di rumah rahasia atau safe house Bupati Etik di RT 002 RW 005, Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo.

Pantauan Kompas.com, dua koper hitam dibawa keluar dari rumah tersebut oleh tim penyidik. Belum diketahui apa isi koper tersebut.

Budi mengatakan akan melakukan pengecekan terkait penggeledahan tersebut.

"Kami cek dulu," pungkasnya.

Mencari bukti tambahan

Satu koper yang dibawa keluar oleh tim penyidik KPK sesaat sebelum meninggalkan rumah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (16/7/2026)KOMPAS.COM/ADINDA BUNGA KUSUMA WARDANI Satu koper yang dibawa keluar oleh tim penyidik KPK sesaat sebelum meninggalkan rumah Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di Kelurahan Bumi, Kecamatan Laweyan, Kota Solo, Kamis (16/7/2026)

Sebelumnya, pada Selasa (14/7/2026), KPK melakukan penggledehan di sejumlah lokasi yakni, kantor Bupati Sukoharjo, DPUPR, Dinas Perhubungan, Dinas Pertanian, dan Dinas Kesehatan.

Lalu pada Rabu (15/7/2026), tim penyidik menyasar tiga lokasi yakni, kantor Dinas Pendidikan, kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sukoharjo dan kantor kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol).

Dilansir KompasTV, Budi menyebutkan, penggledahan dilakukan karena terdapat kebutuhan penyidik untuk mencari bukti-bukti tambahan, guna pengungkapan perkara dugaan pemerasan yang dilakukan Etik.

"Karena memang praktik yang dilakukan oleh bupati adalah permintaan setoran rutin dari para OPD (Organisasi Perangkat Daerah), dari para dinas yang digumpulkan secara triwulan kepada pihak-pihak yang menjadi penghubung atau orang kepercayaan dari Bupati ITS (Etik Suryani)," ujar Budi, Rabu (17/7/2026).

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Timnas Argentina di Ambang Sanksi Imbas Kibarkan Spanduk Las Malvinas
  • Anwar Ibrahim Bertekad Usir Warga Israel dari Malaysia
  • Pembunuh Cucu Mpok Nori Didakwa Melakukan Pembunuhan Berencana
  • Mahasiswa yang Demo di Jakarta Hari Ini Tak Pakai Jas Almamater, Mengapa?
  • Kronologi Bus Sinar Jaya Terguling di Brebes, Hantam Jembatan lalu Tabrak Truk
  • Rekam Jejak Pertemuan Spanyol Vs Argentina Jelang Final, termasuk Pembantaian 6-1
  • Guyon Cak Imin Ingin Mundur dari "Kapten" gara-gara PKB Kalah dari PKS-Golkar
  • KPK Usul Kampanye Beralih ke Media Digital agar Ongkos Politik Lebih Murah
Konten Rekomendasi
  • FDA Izinkan 20 Varian ZYN Dipasarkan dengan Klaim Risiko Rendah dari Rokok
  • Hasil Voting Media Spanyol, Dunia Berpihak pada La Roja Dibanding Argentina
  • Tangis Haru Warnai Penutupan MPLS di Banyumas, Siswa Sungkem dan Basuh Kaki Orangtua
  • OSCT Indonesia Gandeng BOPPJ Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Pencemaran Laut
  • Kemendes dan 10 Asosiasi Desa Gelar Seminar Nasional KDKMP
  • Jangan Salah Pilih, Ini Perbedaan Telur Cokelat dan Telur Putih