Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Sudewo Minta Dukungan Loyalis: Doakan Saya Bebas dan Jadi Bupati Lagi!

Sudewo Minta Dukungan Loyalis: Doakan Saya Bebas dan Jadi Bupati Lagi

Waktu: 2026-09-12 19:13:33 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 788x

Bupati nonaktif Pati Sudewo meminta dukungan para loyalis agar mendoakan dirinya bisa bebas dari perkara dugaan korupsi proyek Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) dan kembali menjabat sebagai kepala daerah. 

Permintaan itu disampaikan Sudewo saat menghampiri ratusan pendukung yang telah menunggu di halaman pengadilan setelah sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Senin (20/7/2026).

Selain mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan, ia juga mengingatkan para loyalis agar tetap menjaga ketertiban selama mengikuti jalannya persidangan.

Massa yang mengawal persidangan kemudian menyambut kedatangan Sudewo dengan meneriakkan yel-yel sebelum ia kembali memasuki mobil tahanan KPK dengan pengawalan petugas.

"Terima kasih dukungannya. Salam buat warga Kabupaten Pati. Tetap kompak dan solid. Jangan lupa doakan saya bebas dan menjadi bupati lagi," kata Sudewo, dikutip dari TribunJateng, Senin.

Sudewo Nilai Kesaksian Tak Kaitkan Dirinya

Sebelumnya, Sudewo menilai keterangan para saksi dalam sidang lanjutan dugaan korupsi proyek DJKA tidak menghubungkan dirinya dengan aliran dana sebagaimana dakwaan jaksa.

Ia menjelaskan, salah satu saksi utama, Rusbandi, tidak mengetahui secara rinci proses lelang maupun pelaksanaan pekerjaan proyek.

Menurut Sudewo, kesaksian di persidangan juga memperlihatkan Nur Hidayat memperoleh porsi pekerjaan sebesar 10 persen atas usahanya sendiri, bukan karena campur tangan dirinya.

"Tadi dijelaskan Pak Nur Hidayat mendapatkan 10 persen itu bukan atas bantuan siapa pun, tetapi atas usahanya sendiri," jelas Sudewo.

"Saya hanya pernah menyampaikan kepada Pak Arno agar dibantu menjadi 30 persen, tetapi itu tidak diakomodasi sehingga tetap 10 persen," tambahnya.

Bantah Terima Uang Rp 450 Juta

Sudewo juga menanggapi uang Rp 450 juta yang diterima Nur Hidayat dari Sawal Hidayat.

Ia menegaskan uang pengganti sebesar Rp 450 juta yang ditransfer Sawal Hidayat kepada Nur Hidayat tidak pernah mengalir kepadanya. 

Menurut dia, Nur Hidayat tidak mengerjakan porsi proyek 10 persen dan hanya menerima uang pengganti tersebut.

Sudewo juga membantah uang valuta asing yang pernah diamankan penyidik KPK berasal dari Nur Hidayat.

Menurut dia, uang tersebut langsung disita saat penggeledahan sehingga belum sempat dimasukkan ke dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

"Saat penggeledahan uang itu langsung diambil KPK sehingga belum sempat kami laporkan. LHKPN saya rinci, bahkan sepeda motor saja saya laporkan," ujarnya.

Sudewo juga menjelaskan asal-usul uang Rp 125 juta yang sempat disinggung dalam persidangan.

Menurut dia, uang tersebut berkaitan dengan proposal pondok pesantren melalui Ferry Gareng dan tidak berhubungan dengan perkara dugaan korupsi yang kini disidangkan.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • Istri Kenang Serda Hengki sebagai Sosok Sederhana, Selalu Mengajarkan Kemandirian
  • FDA Izinkan 20 Varian ZYN Dipasarkan dengan Klaim Risiko Rendah dari Rokok
  • SDN Pocin 1 Depok Dibongkar untuk Jadi Rumah Kreatif, Kini Hampir Rata dengan Tanah
  • Cuaca Jakarta Hari Ini: Jaksel dan Jaktim Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Siang Hari
  • Daftar 15 Wali Kota, Bupati, dan Gubernur Hasil Pilkada 2024 yang Ditangkap KPK dari 2025-2026
  • Akuisisi Kredit Pensiun SMBC Indonesia, BTN Kedatangan 344.600 Nasabah Baru
  • Gedung Putih Bela Argentina Soal Spanduk Malvinas di Piala Dunia
  • Atlet Golf Jesslyn Wijaya Diduga Diculik saat Acara Ultah Keluarga di Jakpus
Konten Rekomendasi
  • Resep Donat Kentang Empuk, Ini Tips agar Mengembang Sempurna
  • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari
  • PFII Dinilai Terlalu Obral Pajak, Kantong Penerimaan Negara Rawan Bocor
  • 7 Rumah di Tenggarong Ludes Terbakar, Penyebab Masih Diselidiki
  • Demo Tuntut Penurunan Plt Rektor UINSA, Mahasiswa Bakar Ban dan Jas Almamater
  • Sampah Menumpuk di Rusun Waduk Pluit, Pramono: Saya Minta Diselesaikan 8-10 Hari