Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000!

Kronologi Dugaan Pungli Oknum Satpol PP di Rumah Belajar Cilincing, Bermula dari Minta "Uang Kopi" Rp 300.000

Waktu: 2026-07-29 17:10:55 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 226x

"Kebetulan saya enggak ada di tempat. Diteleponlah sama tim, bilang, 'Bunda, ada tamu mau tanya tentang bangunan.' Kaget dong. Secara di sini daerah ilegal, enggak ada IMB. Terus tiba-tiba orang nanya, gitu kan. Akhirnya saya bilang, saya telepon," ungkap Desi saat ditemui Kompas.com, Rabu (15/7/2026).

Desi kemudian menghubungi pria tersebut melalui sambungan telepon.

Menurut dia, pria yang memperkenalkan diri sebagai Aceng dari Satpol PP itu langsung meminta uang.

"(Oknum Satpol PP) ngomongnya gini, 'Halo, Assalamualaikum sayang. Saya Aceng, Satpol PP. Tau sama tau lah, ini saya ada 5 orang, saya minta uang kopi'," ungkap dia.

Mengira uang itu diperuntukkan bagi lima orang yang datang, Desi meminta pengurus rumah belajar memberikan Rp 150.000.

Namun, tak lama kemudian, timnya kembali menghubungi dan menyampaikan bahwa pria tersebut menolak nominal tersebut serta meminta Rp 300.000.

"Tim saya telepon lagi ke saya, 'Bun, enggak mau, orangnya minta Rp 300.000.' Saya kaget dong. Loh, kok bisa-bisaan? Gitu kan. Ah, ini pemalakan kan," ujar dia.

Merasa curiga, Desi meminta pengurus memotret pria tersebut.

Ia juga menghubungi rekannya untuk berbicara langsung dengan pria yang mengaku berasal dari Satpol PP itu.

"Pas ditelepon sama rekan saya, cuman nanya gini, 'Kamu dari Satpol PP mana?' Langsung kabur. Dan uang itu dibawa!" tutur dia.

Desi mengatakan, uang Rp 150.000 yang dibawa pria tersebut merupakan hasil iuran anak-anak yang mengikuti kegiatan belajar di Rumah Belajar Merah Putih.

"Kita nggak punya uang, dan itu uang dua ribuan, Mas. Jadi anak-anak di sini tuh ngaji bayar Rp 2.000, bagi yang mampu," ungkap dia.

Usai kejadian itu, Desi mengaku berupaya menghubungi sejumlah pihak, termasuk Satpol PP. Namun, hingga beberapa hari kemudian, ia mengaku belum menerima penjelasan maupun permintaan maaf dari pihak terkait.

Karena tidak kunjung mendapat respons, Desi akhirnya mengunggah peristiwa tersebut ke media sosial pada Jumat (10/7/2026).

Menurut dia, setelah unggahan itu viral, beberapa orang menghubunginya dan mengaku pernah mengalami kejadian serupa yang diduga dilakukan oleh oknum yang sama.

"Karena ternyata begitu saya buka di Facebook ya, mereka bilang, 'Orang ini sering minta.' Jadi bukan saya doang korbannya," tambah Desi.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Serangan AS Tewaskan 30 Warga Sipil Iran dan 7 Tentara
  • 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka
  • Raih Opini WTP dari BPK, Mensos Tekankan Tanggung Jawab Uang Rakyat
  • BMKG Ungkap Penyebab Bogor Hujan Usai Berhari-hari Kekeringan
  • Diam-diam Depo Kontainer Menjamur di Permukiman Rorotan, Pemkot Jakut Temukan 31 Lokasi
  • Pertamina Tegaskan Akan Tindak Sopir Mobil Tangki yang Melanggar di Medan
  • Polisi Kembali Periksa Ketua DPRD TTU Terkait Kasus Intimidasi terhadap Dokter Icha
  • Kebiasaan Tidur Sehat Bisa Bikin Perempuan Hidup 2,4 Tahun Lebih Lama
Konten Rekomendasi
  • Ingin Juara Liga Champions, Kane Tutup Pintu untuk Tottenham Hotspur
  • Rusia Terus Gempur Ukraina, 13 Orang Tewas-50 Luka
  • Waka MPR Sebut Peningkatan Literasi Nasional Tidak Boleh Berhenti
  • Kortas Tipikor Polri Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Modal Terkait Batu Bara
  • Banjir Rob, Dampak Kerugian, dan Warga yang Menolak Pindah
  • Jaringan Kriminal India Jadi Ancaman Global, FBI Ikut Turun Tangan