Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun!

BPDP Pastikan Dana Program B50 Aman, Kebutuhan Tahun Ini Diperkirakan Rp 32,3 Triliun

Waktu: 2026-07-29 17:10:39 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Olahraga Dibaca: 449x

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), penyediaan sarana dan prasarana (sarpras), pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta riset kelapa sawit tetap menjadi prioritas. Seluruh program tersebut dipastikan tetap memperoleh dukungan pendanaan.

Selain membiayai implementasi B50, BPDP juga menyiapkan dana untuk program penyediaan solar nonsubsidi dengan harga khusus bagi nelayan.

Program itu ditujukan untuk kuota 400.000 kiloliter. Kebutuhan anggarannya diperkirakan kurang dari Rp 1,5 triliun.

"(Kesiapan dana) BPDP siap support aja," ujar Alfansyah.

Alfansyah juga menilai belum ada kebutuhan untuk menaikkan tarif pungutan ekspor produk kelapa sawit pada tahun ini. Likuiditas BPDP dinilai masih mencukupi untuk membiayai seluruh program yang telah direncanakan.

Evaluasi terkait kebijakan pungutan ekspor baru akan dilakukan untuk kebutuhan pendanaan tahun depan.

"Insya Allah cukup, tahun ini cukup," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan implementasi B50 akan memberi manfaat besar bagi perekonomian nasional.

Menurut Airlangga, penggunaan biodiesel B50 membuat Indonesia tidak lagi bergantung pada impor solar. Kebijakan tersebut diperkirakan menghemat devisa hingga Rp 177 triliun.

"Kemarin Bapak Presiden meluncurkan yang namanya B50 dan B50 itu menunjukkan Indonesia bisa punya kekuatan sendiri karena dengan B50 solar itu kita tidak impor lagi dan kita menghemat devisa Rp177 triliun dan berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2 setara," kata Airlangga kepada wartawan di Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Airlangga mengatakan, program B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global akibat konflik geopolitik dan disrupsi teknologi.

Program tersebut juga diperkirakan mendukung target net zero emission melalui penurunan emisi sekitar 44 juta ton setara karbon dioksida (CO2).

(Editor: Hiburan)

Konten Terkait
  • Prabowo Tegaskan Tidak Tebang Pilih dalam Berantas Korupsi, Ibaratkan Seperti Kanker
  • Mengejar Senja di Labuan Bajo, Golo Mori Sunset Run Digelar Agustus 2026
  • Pabrik Sandal PT Porto di Karanganyar Terbakar, Asap Membubung Tinggi
  • Kritik Pedas Legenda Liverpool: Declan Rice Lebih Cocok Jadi Bek Tengah
  • Prediksi Cristian Carrasco untuk Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina
  • ITS Kembangkan Material Komposit Hibrida dari Limbah Sawit, Ringan tetapi Berkekuatan Tinggi
  • Mbappe Lebih Pilih Final daripada Top Skor Sepanjang Masa Piala Dunia
  • Efisiensi dan Keamanan Jadi Prioritas Memilih Pemanas Air Listrik
Konten Rekomendasi
  • ASDP Siapkan Sterilisasi Pelabuhan, Layanan Penyeberangan Masuk Era Digital
  • Sukses Digelar, Grid.ID Awards 2026 Berikan Apresiasi kepada Figur Publik Inspiratif Indonesia
  • Spanyol Vs Argentina: Lionel Scaloni Berharap Bisa Kunci Lamine Yamal di Kamarnya
  • JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
  • Ditolak Atletico Madrid, Barcelona Akan Kembali Tawar Julian Alvarez
  • Belajar Coding Otodidak, Bocah SD Boyolali Temukan Celah Keamanan NASA