Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci!

Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Waktu: 2026-09-12 18:57:52 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 858x

Kunci Konvensional Masih Mengandalkan Mekanis

Menurut Raymond, sistem kunci konvensional bekerja sepenuhnya secara mekanis melalui silinder dan anak kunci.

"Dibanding konvensional yang pertama, iya (lebih aman)," kata Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pada kunci konvensional terdapat susunan gerigi yang harus sesuai agar silinder dapat berputar dan menghidupkan kendaraan.

Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizerKompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer

"Karena konvensional itu kan hanya mengandalkan manual. Jadi, prinsipnya konvensional itu hanya silinder. Dia bisa terputar. Tapi kalau tidak pas bentuk gigi (kuncinya), tidak akan mau keputar," ujar Raymond.

Namun, menurut dia, karena seluruh mekanismenya bersifat mekanis, sistem tersebut tetap berpotensi dibobol apabila pelaku berhasil merusak atau membuka silinder kunci.

"Prinsipnya karena mekanik, selama bisa dipecahkan, bisa keputar (kuncinya)," kata Raymond.

Keyless Tak Cukup Dibobol Secara Mekanis

Berbeda dengan kunci konvensional, sistem keyless tidak hanya mengandalkan komponen mekanis.

Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang sudah dipasangkan (pairing) dengan sistem immobilizer pada kendaraan. Saat tombol start ditekan, mobil akan memverifikasi identitas chip tersebut sebelum mesin diizinkan menyala.

Karena itu, meski seseorang berhasil membuka pintu secara paksa atau merusak bagian mekanis, mesin belum tentu bisa dihidupkan apabila sistem elektroniknya tidak dikenali.

Raymond Lie - Komandan Key kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key

Harus Lewat Pemrograman

Raymond menjelaskan, untuk bisa menembus sistem keyless, pelaku tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membobol kunci secara mekanis.

"Tapi kalau keyless, cuma hanya mekanik doang, tidak akan bisa diapain. Sama seperti komputer, ibaratnya ada virus. Kalau kita mau ganti, ya lawannya harus antivirus. Jadi tidak bisa kita hanya mengandalkan komputer," ujarnya.

Menurut dia, prinsip yang sama juga berlaku pada sistem keyless karena sudah menggunakan sistem elektronik yang terhubung dengan kendaraan.

"Begitu juga dengan keyless. Keyless itu lawannya harus kita diprogram juga. Sistemnya," kata Raymond.

Meski demikian, bukan berarti sistem keyless tidak bisa ditembus sama sekali. Namun, prosesnya jauh lebih kompleks dibandingkan kunci konvensional karena melibatkan sistem elektronik dan pemrograman, bukan hanya komponen mekanis.

(Editor: Berita)

Konten Terkait
  • Dorong Korban Dugaan Pelecehan Seksual di USU  Buat Laporan Polisi, Polda Sumut : Ini Delik Aduan
  • Sudah Gratis Seragam dan Sepatu, SD Negeri di Demak Ini Cuma Dapat 3 Murid
  • Rp 715 Miliar Dana Pensiun PNS Malaysia Nyangkut di eFishery, Pengelola Tempuh Segala Cara
  • BUMN BKI Buka Lowongan Kerja hingga 7 Agustus 2026, Cek Posisi dan Syaratnya
  • Bukan Juaranya, Ini Pihak yang Paling Untung dari Piala Dunia 2026
  • Pascaledakan Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Pelaku Akan Jalani Sisa Pendidikan di Sekolah Lain
  • Kasus Pria Gendong Bayi yang Curi Kosmetik di Minimarket Jakbar Berakhir Damai
  • 3 Hal Paling Dinantikan dari A Shop For Killers 2
Konten Rekomendasi
  • Dominasi Spanyol dan Final Piala Dunia yang Sarat Makna Politik
  • Jukir Queen City Semarang Viral Minta Bayaran Dua Kali, Dishub Buka Suara
  • Pengacara Don Ritto Ungkap Uang Rp 67 Miliar yang Disita di Restoran untuk Proyek Pelabuhan
  • Jangan Taruh HP Sembarangan di Tempat Ini agar Tak Cepat Rusak
  • Hanya 10 Jam, Polisi Tangkap Anak Angkat dan Kekasihnya yang Bunuh Pria di Nganjuk
  • 49 Kota Paling Rentan Terhadap Panas, Ada 3 di Indonesia