Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci!

Benarkah Keyless Lebih Aman? Ini Kata Ahli Kunci

Waktu: 2026-07-29 17:09:30 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Bisnis Dibaca: 858x

Kunci Konvensional Masih Mengandalkan Mekanis

Menurut Raymond, sistem kunci konvensional bekerja sepenuhnya secara mekanis melalui silinder dan anak kunci.

"Dibanding konvensional yang pertama, iya (lebih aman)," kata Raymond, saat ditemui Kompas.com, di Jakarta Utara, Selasa (14/7/2026).

Ia menjelaskan, pada kunci konvensional terdapat susunan gerigi yang harus sesuai agar silinder dapat berputar dan menghidupkan kendaraan.

Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizerKompasOtomotif - AFH Kunci mobil Suzuki Carry terbaru sudah menggunakan fitur immobilizer

"Karena konvensional itu kan hanya mengandalkan manual. Jadi, prinsipnya konvensional itu hanya silinder. Dia bisa terputar. Tapi kalau tidak pas bentuk gigi (kuncinya), tidak akan mau keputar," ujar Raymond.

Namun, menurut dia, karena seluruh mekanismenya bersifat mekanis, sistem tersebut tetap berpotensi dibobol apabila pelaku berhasil merusak atau membuka silinder kunci.

"Prinsipnya karena mekanik, selama bisa dipecahkan, bisa keputar (kuncinya)," kata Raymond.

Keyless Tak Cukup Dibobol Secara Mekanis

Berbeda dengan kunci konvensional, sistem keyless tidak hanya mengandalkan komponen mekanis.

Di dalam smart key terdapat chip elektronik yang sudah dipasangkan (pairing) dengan sistem immobilizer pada kendaraan. Saat tombol start ditekan, mobil akan memverifikasi identitas chip tersebut sebelum mesin diizinkan menyala.

Karena itu, meski seseorang berhasil membuka pintu secara paksa atau merusak bagian mekanis, mesin belum tentu bisa dihidupkan apabila sistem elektroniknya tidak dikenali.

Raymond Lie - Komandan Key kompas.com/nanda Raymond Lie - Komandan Key

Harus Lewat Pemrograman

Raymond menjelaskan, untuk bisa menembus sistem keyless, pelaku tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan membobol kunci secara mekanis.

"Tapi kalau keyless, cuma hanya mekanik doang, tidak akan bisa diapain. Sama seperti komputer, ibaratnya ada virus. Kalau kita mau ganti, ya lawannya harus antivirus. Jadi tidak bisa kita hanya mengandalkan komputer," ujarnya.

Menurut dia, prinsip yang sama juga berlaku pada sistem keyless karena sudah menggunakan sistem elektronik yang terhubung dengan kendaraan.

"Begitu juga dengan keyless. Keyless itu lawannya harus kita diprogram juga. Sistemnya," kata Raymond.

Meski demikian, bukan berarti sistem keyless tidak bisa ditembus sama sekali. Namun, prosesnya jauh lebih kompleks dibandingkan kunci konvensional karena melibatkan sistem elektronik dan pemrograman, bukan hanya komponen mekanis.

(Editor: Teknologi)

Konten Terkait
  • KPK Cecar Anggota BPK soal 'Pengaturan' Temuan Audit di Kasus Bupati Edison
  • INFOGRAFIK: Hoaks Ibu Rumah Tangga Dapat Bantuan DAP Australia Sebesar Rp 1 Miliar
  • Kerja di Bali dengan Visa Kunjungan, 3 WNA Pelanggar Izin Tinggal Dideportasi
  • Head to Head Spanyol Vs Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Siapa Lebih Banyak Menang?
  • 5 Cara Makan Pisang agar Gula Darah Tetap Stabil
  • PDI-P Tunggu Jawaban BGN soal Kader Partainya yang Punya Dapur MBG
  • Turis China yang Tenggelam di Pulau Kelor Labuan Bajo Ditemukan di Kedalaman 23 Meter
  • JHT Dicairkan Kena PPh, Apakah Peserta Bayar Pajak Dua Kali?
Konten Rekomendasi
  • Promo On The Weekend Lawson 17-19 Juli 2026, Ada Diskon Camilan hingga Rp 6.900
  • 56 Desa di Jabar Dilanda Kekeringan, Kabupaten Bogor Jadi Wilayah Terparah
  • 58 Gerai Kopdes di Banyumas Berdiri di Atas Lahan Sawah Dilindungi
  • Peringatan Teddy Sheringham Jelang Laga Inggris Vs Argentina
  • Diterpa Longsor, Masjid hingga Rumah Warga di Gegerkalong Bandung Hancur
  • Pemerintah Bakal Gratiskan Sertifikat SHM Rumah MBR, Ada Syaratnya