Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI!

Jadi Pendiri WAICO, Indonesia Tegaskan Tak Memihak China maupun AS Dalam Pengembangan AI

Waktu: 2026-07-29 17:09:35 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Teknologi Dibaca: 193x

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) tidak berarti memihak China maupun Amerika Serikat (AS) dalam pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keikutsertaan Indonesia di WAICO maupun kerja sama AI dengan AS memiliki orientasi yang berbeda sehingga tidak perlu dipertentangkan.

Airlangga menegaskan, Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan membuka kerja sama AI dengan berbagai negara, termasuk dengan AS.

"Sebetulnya ini bukan dua hal yang dipertentangkan, karena orientasi maupun prioritasnya agak berbeda.," ujar Airlangga saat konferensi pers virtual, Jumat (17/7/2026) malam.

Airlangga menjelaskan, kerja sama melalui WAICO lebih difokuskan pada pemanfaatan AI sebagai alat (tools) yang memberikan manfaat bagi berbagai sektor.

Sementara itu, kerja sama dengan AS melalui Pax Silica mencakup pengembangan ekosistem AI yang lebih luas, termasuk sektor digital.

Aspek pengembangan digital tersebut bahkan telah diakomodasi dalam Agreement on Reciprocal Tariff antara Indonesia dan AS yang memuat bab khusus mengenai ekonomi digital, termasuk AI.

"Dengan demikian, karena namanya terkait dengan AI adalah produk teknologi dan ini adalah merupakan tools yang sifatnya netral dalam tanda petik non-politik," tegasnya.

Dia menambahkan, keikutsertaan Indonesia sebagai salah satu negara pendiri WAICO bertujuan agar Indonesia tidak tertinggal dalam perkembangan AI global.

Sebab, AI akan menjadi salah satu teknologi yang mengubah berbagai sektor (game changer) sehingga Indonesia perlu terlibat sejak awal dalam pengembangan tata kelola maupun pemanfaatannya.

"Jadi dengan demikian kita bisa maju bersama-sama dengan berbagai negara lain," kata AIrlangga.

"Sebagai contoh Bapak Presiden di bulan Desember yang lalu juga sudah menginisiasi pengembangan ekosistem semikonduktor dengan menggandeng ARM daripada Inggris. Sehingga Indonesia sebetulnya dalam pengembangan digitalisasi maupun ekosistem digital ini melakukan kebijakan yang sifatnya multi-source," sambungnya.

(Editor: Olahraga)

Konten Terkait
  • Perusahaan Singapura Lirik Jateng, Siap Boyong Investor China dan Eropa
  • Pilu Ratusan Petani Tebu Indramayu, Honor yang Dijanjikan Pemerintah Tak Kunjung Cair
  • Bang Jago Ngamuk Bawa Golok di Warung Jamu Bogor Jadi Tersangka
  • Tabrak Beruntun 6 Kendaraan di Tol JORR Arah Tanjung Priok, Sopir Truk Tewas Terjepit
  • Belum Setahun Jl Bama-Pagelaran Kini Rusak, Pemprov Sebut Sudah Diperbaiki
  • Eddy Soeparno Dukung Implementasi B50 Perkuat Kemandirian Energi RI
  • Vienna Naikkan Pajak Wisata di Tengah Lonjakan Turis
  • Dunia Bergejolak, Korsel Berupaya Raup Untung Besar dari Senjata
Konten Rekomendasi
  • Wall Street Melemah, Konflik AS-Iran dan Lonjakan Harga Minyak Tekan Pasar
  • Pabrik Sandal di Karanganyar Hangus Terbakar, Ratusan Karyawan Diliburkan Sementara Waktu
  • Banyuwangi Jadi Inspirasi Pengelolaan Wisata Bahari di ASEAN
  • Pakar Apresiasi Prabowo Terkait Penanganan 3 Kasus Korupsi: Tegas
  • Seskab: Pemerintah Targetkan Renovasi 400.000 Rumah Tidak Layak Huni Tahun Ini
  • Habiburokhman Jadi Ketua Panja Terkait Kasus Febrie Adriansyah