Masuk - Daftar - Jadikan Beranda - Favorit - Peta Situs Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China!

Inovasi soal Evakuasi Korban Bencana Bikin Mata Dunia Tertuju ke China

Waktu: 2026-07-29 17:12:55 Sumber: Meadow Rocket Penulis: Kesehatan Dibaca: 998x

Mata dunia tertuju pada inovasi yang dibuat China dalam mengevakuasi korban bencana. China menggunakan jembatan apung portabel untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Dirangkum detikcom, Sabtu , Badan penanggulangan darurat China, Anneng Construction Group mengerahkan peralatan tersebut, yang dapat ditempatkan di air, dilipat, dan dihubungkan menjadi bagian yang lebih panjang untuk berfungsi sebagai feri darurat untuk penyelamatan di tengah banjir. Inovasi inilah yang kemudian menjadi sorotan dunia.

Kantor berita China, Xinhua yang menyebut platform raksasa itu sebagai 'Bahtera Nuh', melaporkan bahwa jembatan portabel itu memiliki kapasitas hingga 500 penumpang untuk sekali jalan.

Pada hari Rabu lalu, Anneng Construction Group, sebuah organisasi yang berawal dari batalyon teknik konstruksi militer, menggunakan jembatan ponton bertenaga mesin itu untuk mengevakuasi 6.000 orang yang terjebak banjir di Guigang, Guangxi.

Kedutaan Besar China di seluruh dunia telah membagikan rekaman penyelamatan di media sosial untuk menunjukkan kegunaan peralatan tersebut.

Tim tanggap darurat China juga menggunakan drone pengangkut berat untuk menyelamatkan korban dan mengirimkan pasokan makanan, melengkapi kemampuan awak helikopter pencarian dan penyelamatan. Helikopter konvensional juga aktif dalam operasi tersebut.

Dilansir The Economic Times, operasi ini telah menarik perhatian luas karena penggunaan teknologi penyelamatan inovatif dalam keadaan darurat skala besar. Gambar dan video yang dirilis oleh otoritas China menunjukkan respons terkoordinasi, menyoroti bagaimana peralatan teknik khusus dan sistem udara modern dapat memainkan peran penting dalam melindungi nyawa selama bencana alam.

Netizen dunia di berbagai platform media sosial ramai memuji penggunaan jembatan apung tersebut sebagai tindakan inovatif. Banyak pula yang menyebutnya sebagai bentuk kepedulian dan respons tanggap darurat pemerintah yang patut diacungi jempol terhadap warga terdampak banjir.

Awal pekan ini, curah hujan lebat akibat Badai Tropis Maysak menyebabkan Sungai Yu meluap. Sekitar 8.000 personel China telah dikerahkan untuk upaya penanggulangan, dan sekitar 130.000 penduduk telah diselamatkan.

Hingga saat ini, 39 orang telah meninggal, sebagian besar di Nanning, tempat jebolnya bendungan yang menyebabkan banjir bandang yang parah.

(Editor: Wisata)

Konten Terkait
  • Arsene Wenger Jawab Kritik Aturan Jeda Minum Piala Dunia 2026
  • Singapura Jadi Tempat Belajar Antikorupsi Kepala Daerah RI, Bagaimana Rekam Jejaknya?
  • Operasi Berantas Jaya, Polres Bekasi Kota Ungkap 77 Kasus Begal-Curanmor
  • Mendagri Ungkap Strategi Pencegahan Korupsi di Daerah lewat Sistem dan Sikap Integritas
  • Bentrok di Adonara NTT: 3 Orang Tewas, 5 Luka, 20 Rumah Terbakar
  • KPK Temukan Uang, Valas hingga Perhiasan Saat Geledah Rumah Dinas Bupati Etik
  • Pelindo Terminal Petikemas Raih 2 Penghargaan di Ajang GSPI ASRI 2026
  • Kronologi Wisatawan China Tewas di Labuan Bajo, Terbawa Arus Setelah Dihantam Gelombang
Konten Rekomendasi
  • Pencarian Presenter TVRI Papua Barat yang Hilang Terkendala Kabut dan Jalan Rusak
  • Brimob Polda Metro Gagalkan Aksi Vandalisme Fasilitas Umum di Jaktim
  • Mekeng: Obligasi Daerah Bukan Barang Baru, AS-Jepang Sudah Terbitkan
  • Yusril: DPR Sedang Bikin Draf Baru RUU Perampasan Aset
  • Taktik Jitu Timnas Voli Putra Indonesia Kalahkan Vietnam di Semifinal SEA V Cup 2026
  • Waka Komisi III DPR Kritik Hotman soal Febrie: Gak Usah Bawa-bawa Presiden